banner 728x250

*Melawan Narkoba dari Pinggiran: Ustadz Muhammad Nabawi Serukan Jihad Perangi Bandar di Kampung Nelayan Belawan*

*Melawan Narkoba dari Pinggiran: Ustadz Muhammad Nabawi Serukan Jihad Perangi Bandar di Kampung Nelayan Belawan*

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

MEDAN BELAWAN , Galaxy Monitor.id ( GM ). 09 Mei 2026.

Suara lantang perlawanan terhadap peredaran narkoba menggema dari kawasan pesisir Medan Belawan. Dalam sebuah acara Tabligh Akbar dan Silahturrahmi yang digelar di Masjid Baiturrahman, Kampung Nelayan Seberang, Kelurahan Belawan I, Sabtu malam (09/05/2026), Al-Mukarrom Sayyid Muhammad Nabawi secara tegas mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu padu memerangi kejahatan luar biasa ini.

Dakwah yang dihadiri ratusan jamaah dari kalangan nelayan dan warga sekitar ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat benteng pertahanan masyarakat dari gempuran barang haram tersebut. Ustadz Nabawi, dalam tausiyahnya yang berapi-api, menekankan betapa besarnya ancaman narkoba terhadap generasi muda dan keutuhan moral bangsa.

“Kita tidak boleh diam melihat kampung kita dirusak oleh narkoba. Ini adalah jihad kita bersama untuk menyelamatkan anak cucu kita,” seru Ustadz Nabawi, disambut gema takbir dari jamaah yang hadir.

Lebih lanjut, beliau menegaskan agar masyarakat tidak takut menghadapi para pelaku kejahatan narkoba. “Jangan takut kita memerangi narkoba! Allah bersama pihak yang benar. Para bandar dan pengedar itu pengecut, mereka hanya berani merusak dari balik layar,” tegasnya.

Baca juga:  Polres Tanjung Priok Bantah Surat Permintaan THR ke Pengusaha Jakarta // Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, membantah telah menerbitkan surat permintaan bantuan tunjangan hari raya (THR) kepada pengusaha yang belakangan beredar di media sosial, Kamis.(5/3/26) Sebelumnya viral tangkapan layar sebuah surat berkop Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan nomor B/01/III/2026/Satlantas tertanggal 4 Maret 2026. Dalam surat tersebut tercantum perihal “Partisipasi Perayaan Idul Fitri 1447 H Tahun 2026”. Surat itu disebut ditujukan kepada Direktur atau pimpinan perusahaan angkutan PT KPA. Pada bagian isi surat juga tertulis permintaan bantuan THR dari keluarga besar Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri. Menanggapi hal tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat permintaan THR tersebut. “Kami dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok tidak pernah mengeluarkan surat tersebut,” ujar Aris kepada wartawan, Rabu (4/3) malam. Aris menjelaskan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (DPD Aptrindo) Provinsi DKI Jakarta terkait beredarnya surat tersebut. Hasil konfirmasi yang dilakukan Aptrindo kepada Polres Pelabuhan Tanjung Priok menyebutkan bahwa surat tersebut bukan surat resmi kepolisian dan diduga merupakan tindakan oknum yang mengatasnamakan Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Melalui surat klarifikasi yang dikeluarkan, DPD Aptrindo DKI Jakarta juga mengimbau seluruh perusahaan angkutan barang agar mengabaikan permintaan partisipasi yang mengatasnamakan kepolisian apabila tidak dapat dipastikan keabsahannya. Perusahaan angkutan barang, khususnya yang beroperasi di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, diminta untuk tidak menanggapi surat maupun permintaan bantuan dalam bentuk apa pun yang mengatasnamakan Polres Pelabuhan Tanjung Priok tanpa verifikasi resmi.(Red/Tim)

Pesan paling menohok disampaikan Ustadz Nabawi terkait sikap permisif di tengah masyarakat. Beliau meminta agar tidak ada lagi oknum warga yang menyembunyikan atau melindungi para pelaku bandar narkoba dengan alasan apa pun.

“Saya serukan kepada seluruh masyarakat, jangan pernah sekali-kali menyembunyikan para pelaku bandar narkoba. Melindungi mereka berarti kalian ikut andil dalam menghancurkan masa depan kampung ini,” ujar Ustadz Nabawi dengan nada tinggi.

Pernyataan ini seolah menjadi peringatan keras sekaligus ajakan untuk membangun sistem deteksi dini dan sinergi antara masyarakat dengan aparat kepolisian. Wilayah hukum Kampung Nelayan Seberang, yang secara geografis cukup terbuka, selama ini ditengarai menjadi salah satu jalur rawan peredaran narkoba.

Tokoh masyarakat dan jajaran pemerintahan setempat, menyambut baik seruan Ustadz Nabawi. Mereka berharap momentum ini dapat membangkitkan keberanian warga untuk melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba.

“Kami sangat mendukung penuh ajakan Ustadz Nabawi. Selama ini warga memang merasa resah, namun sering kali takut untuk bertindak. Semoga dengan adanya dukungan ini, semangat warga untuk melawan narkoba semakin kuat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Pihak kepolisian sektor Belawan, yang ikut hadir dalam acara tersebut, menyambut positif inisiatif dakwah anti-narkoba yang dilakukan Ustadz Nabawi. Keterlibatan tokoh agama dan masyarakat dinilai sangat krusial dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Belawan.

Baca juga:  Pemulihan Bertahap Pascabencana, Brimob Bersama Warga Pulihkan Permukiman dan Sarana Air Bersih

Gerakan perlawanan yang dimotori oleh tokoh agama seperti Ustadz Muhammad Nabawi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam memerangi peredaran narkoba dari tingkat akar rumput. Di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan infrastruktur, semangat gotong royong dan keteguhan moral masyarakat Kampung Nelayan Seberang menjadi modal berharga dalam perang melawan narkoba.

Team Galaxy Monitor.id ( GM /

Harus Berimbang dan Persuasif 

Editor.    : SAM

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *