Karo , Galaxy Monitor.id ( GM ) 04 Juni 2026
Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Lau Debuk-Debuk, Kabupaten Karo, kembali menuai keluhan dan keresahan dari para warga pengunjung.
Sejumlah wisatawan mengaku dimintai uang di beberapa pos sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata. Tidak sedikit yang mengaku harus membayar lebih dari sekali, meskipun tujuan mereka hanya satu. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah seluruh pungutan tersebut resmi dan memiliki dasar hukum yang jelas?.
Keluhan seperti ini bukanlah cerita baru. Berulang kali muncul, namun hingga kini masih terdengar suara-suara kekecewaan dari para pengunjung. Jika dibiarkan, praktik semacam ini bukan hanya merugikan wisatawan, tetapi juga berpotensi mencoreng citra pariwisata Kabupaten Karo yang selama ini dikenal memiliki banyak destinasi unggulan.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Setiap pungutan harus transparan, memiliki dasar hukum yang jelas, serta disertai bukti pembayaran resmi.
Jangan sampai wisatawan datang untuk menikmati keindahan alam, tetapi justru pulang dengan pengalaman yang penuh tanda tanya.
Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu segera turun tangan. Jangan tunggu sampai keluhan yang terus berulang ini berubah menjadi citra buruk yang membuat wisatawan berpikir dua kali untuk kembali berkunjung ke Kabupaten Karo.
Karena pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya sejumlah uang, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pengelolaan destinasi wisata.
Team Galaxy Monitor .id ( GM )
Harus Berimbang dan Persuasif





