banner 728x250

Proyek Rp 28,3 miliar sulak deras sungai Betung di pertanyakan.

Proyek Rp 28,3 miliar sulak deras sungai Betung di pertanyakan.

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Kerinci, Senin 12  Januari  2026 , Galaxy Monitor 

Pelaksanaan Proyek Inpres peningkatan jalan pada ruas Batu Hampar – Sungai Betung Mudik – Siulak Deras, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dengan nilai anggaran Rp28,3 miliar, kembali mendapat sorotan dari masyarakat. Sejumlah temuan di lapangan, warga memunculkan kekhawatiran terkait mutu pekerjaan pengaspalan.

Berdasarkan foto dan dokumentasi kiriman masyarakat pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat pada beberapa titik lapisan aspal mengalami pengelupasan, tampak relatif tipis, serta agregat di bawahnya terlihat jelas. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa ikatan aspal dan agregat tidak optimal, sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan dini pada badan jalan.
Dokumentasi lanjutan juga memperlihatkan permukaan aspal yang tidak rata, sambungan antara lapisan lama dan baru yang tampak tidak menyatu dengan baik, serta sisa bongkahan aspal dan material agregat yang dibiarkan di badan maupun sisi jalan.

Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
Sorotan ini memperkuat laporan masyarakat sebelumnya yang menyebutkan adanya indikasi mutu aspal yang dipertanyakan, termasuk permukaan jalan yang terasa licin di beberapa titik serta bau menyengat menyerupai solar dari lapisan aspal yang telah dihampar.

Baca juga:  *RUTAN KELAS I LABUHAN DELI MENJALIN SINERGITAS INSTANSI DENGAN SILATURRAHMI BERSAMA TOKOH AGAMA, TNI POLRI, IMIGRASI BELAWAN, PLN DAN PELINDO BELAWAN*

Selain itu, masyarakat juga sebelumnya mendokumentasikan pekerjaan pengaspalan yang dilakukan saat kondisi hujan, yang secara teknis dapat memengaruhi daya lekat aspal terhadap agregat.

Nilai proyek yang mencapai Rp28,3 miliar menjadikan temuan-temuan tersebut sebagai perhatian serius publik. Masyarakat berharap proyek yang bersumber dari anggaran negara ini benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu, agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat.
Seiring dengan itu, masyarakat juga mempertanyakan fungsi pengawasan proyek, termasuk peran konsultan pengawas dan pihak terkait lainnya, agar setiap tahapan pekerjaan diawasi secara ketat sebelum dilakukan serah terima dan pencairan anggaran secara penuh.

Baca juga:  Ahli Hukum Pidana: Penanganan Perkara di Polrestabes Medan Sudah Tepat, Tiap Peristiwa Harus Dipisahkan Secara Hukum Medan –

Atas berbagai temuan lapangan tersebut, masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh, meliputi pengukuran ketebalan lapisan aspal, evaluasi kondisi fisik di lapangan, serta uji laboratorium resmi terhadap komposisi campuran aspal, guna memastikan kesesuaian pekerjaan dengan ketentuan yang berlaku. Team

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *