banner 728x250

MENGENAL MARIHAD SIMBOLON: DARI SATU TRUK HINGGA MEMBANGUN PARNA RAYA GROUP

MENGENAL MARIHAD SIMBOLON: DARI SATU TRUK HINGGA MEMBANGUN PARNA RAYA GROUP

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

MEDAN  Galaxy Monitor.id  ( GM )  09 September 2026

Nama Marihad Simbolon dikenal dalam perjalanan dunia usaha nasional sebagai pendiri Parna Raya Group, kelompok usaha yang berkembang dari bisnis transportasi darat hingga merambah berbagai sektor industri.

Perjalanan bisnis Marihad Simbolon disebut bermula dari satu unit truk. Dari modal awal tersebut, bisnis yang dirintis sejak 1972 berkembang menjadi perusahaan dengan armada ratusan kendaraan dan kemudian melakukan diversifikasi ke berbagai bidang usaha.

Melalui PT Parna Raya, bisnis tersebut terus berkembang dan memperluas cakupan usahanya. Tidak lagi hanya mengandalkan transportasi darat, Parna Raya kemudian memasuki sektor transportasi laut, perdagangan komoditas, industri kimia, energi, hingga berbagai sektor lainnya, pada Rabu.(9/9/26)

Dari Satu Truk Menjadi Ratusan Armada

PT Parna Raya didirikan pada 1972 oleh Marihad Simbolon dengan bidang usaha awal transportasi darat. Saat itu, satu unit truk digunakan untuk mengangkut barang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Dari titik awal tersebut, usaha berkembang hingga mencapai sekitar 125 unit truk semi-trailer dan tronton.

Namun, ekspansi bisnis tidak berhenti di jalan raya.

Peluang di sektor transportasi laut kemudian dimanfaatkan dengan investasi kapal untuk mengangkut berbagai komoditas, termasuk semen, pupuk urea dan komoditas lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis yang kemudian membawa Parna Raya memasuki sektor perdagangan komoditas.

Masuk Perdagangan hingga Industri Kimia

Memasuki pertengahan dekade 1980-an, bisnis Marihad Simbolon disebut berkembang ke perdagangan komoditas, antara lain pupuk kimia, kayu pinus untuk kebutuhan pulp, serta garam bermutu tinggi yang diperdagangkan melalui kerja sama dengan industri Australia.

Baca juga: 

Ekspansi semakin besar ketika pada 1995 berdiri PT Kaltim Parna Industri (KPI) melalui kerja sama PT Parna Raya dengan pihak terkait di lingkungan industri pupuk nasional serta investor asing asal Jepang.

KPI kemudian menjadi salah satu pijakan penting Parna Raya dalam memasuki industri kimia, khususnya produksi amoniak.

Kapasitas produksinya disebut mencapai lebih dari 530.000 metrik ton amoniak anhidrat per tahun.

Dari Transportasi, Hotel hingga Energi

Portofolio bisnis yang dikembangkan Parna Raya Group kemudian semakin beragam.

Kelompok usaha tersebut disebut memiliki anak perusahaan dan afiliasi yang bergerak di sejumlah sektor, mulai dari transportasi darat dan laut, perdagangan umum, pengaliran gas melalui pipa, petrokimia, perhotelan, pertambangan, energi, perkebunan kelapa sawit hingga bahan bakar.

Di sektor perhotelan, Marihad Simbolon juga disebut memiliki kepemilikan saham pada hotel bintang empat yang sebelumnya dikenal sebagai Sari Pan Pacific Hotel di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, yang pernah dikelola Pan Pacific Hotels and Resorts.

Jejak Bisnis yang Terus Melebar

Perjalanan Marihad Simbolon memperlihatkan bagaimana sebuah usaha yang bermula dari satu unit truk kemudian berkembang menjadi kelompok usaha dengan portofolio lintas sektor.

Parna Raya Group kini tidak lagi identik semata-mata dengan bisnis angkutan barang. Diversifikasi ke sektor industri, energi, petrokimia, perdagangan, perkebunan, pertambangan dan jasa menunjukkan bagaimana ekspansi dilakukan secara bertahap mengikuti peluang ekonomi yang tersedia.

Baca juga:  DPD LIN ( Lembaga Investigasi Negara ) Sumatera Utara Resmi Terbentuk, Siap Daftar ke Kesbangpol

Di balik ekspansi tersebut, nama Marihad Simbolon menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan Parna Raya.

Namun, semakin besar sebuah kelompok usaha, semakin besar pula tuntutan terhadap transparansi, tata kelola perusahaan, kepatuhan hukum, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Sebab, ketika sebuah perusahaan telah tumbuh menjadi kelompok usaha dengan kepentingan bisnis yang luas, publik tentu berhak mengetahui bagaimana bisnis tersebut dikelola, sejauh mana kontribusinya terhadap perekonomian dan masyarakat, serta bagaimana seluruh kegiatan usahanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Dari satu truk, Marihad Simbolon membangun fondasi bisnis. Dari fondasi itu, Parna Raya berkembang menjadi kelompok usaha dengan jejak bisnis lintas sektor.

Salam Satu Pena 

Team Galaxy Monitor.id ( GM )

Actual, terpercaya dan Persuasif 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *