banner 728x250

JUDUL: Potret Memprihatinkan Proyek Miliaran Rupiah: Pekerja Jalan Raya di Tasikmalaya Tanpa APD Standar, Keselamatan Diabaikan!

JUDUL: Potret Memprihatinkan Proyek Miliaran Rupiah: Pekerja Jalan Raya di Tasikmalaya Tanpa APD Standar, Keselamatan Diabaikan!

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

TASIKMALAYA, , Galaxy Monitor.id 20  Agustus. 2026.

Sebuah pemandangan ironis tertangkap kamera di lokasi proyek rehabilitasi jalan di bawah naungan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Wilayah Pelayanan V. Di tengah pekerjaan fisik yang berat dan berisiko tinggi, para pekerja di lapangan terlihat tidak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, mengabaikan standar keselamatan kerja (K3).( Kamis 20 Agustus 2026)

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat seorang pekerja sedang sibuk menggali tanah dan menyusun batu untuk drainase tanpa menggunakan helm proyek (safety helmet). Ia hanya mengenakan rompi keselamatan, namun topi yang ia gunakan bukanlah pelindung kepala standar. Lebih parah lagi, rekan kerjanya yang berdiri di dekatnya hanya mengenakan kaos oblong biasa, celana pendek, dan topi, tanpa rompi, sepatu bot, apalagi helm.

Kondisi ini sangat disayangkan mengingat proyek ini bukanlah proyek kecil. Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, proyek bertajuk “Rehabilitasi Jalan di UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V” ini menelan dana APBD Tahun Anggaran 2024 senilai Rp722.006.798,00. Pengerjaan saluran bahu jalan di ruas Jalan Gubernur Swaka, Kota Tasikmalaya, ini dilaksanakan oleh CV. Al Fakhri dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender.

Baca juga:  Kuota Diskon Transportasi Habis Terjual, PELNI Sukses Layani 467 Ribu Penumpang

Dengan nilai kontrak yang mencapai ratusan juta rupiah, publik tentu mengharapkan standar profesionalisme yang tinggi, termasuk dalam aspek keselamatan para pekerjanya. Minimnya APD tidak hanya membahayakan nyawa pekerja itu sendiri, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan dari pihak kontraktor dan dinas terkait.

“Ini sangat disayangkan. Keselamatan pekerja adalah prioritas utama, apalagi ini proyek pemerintah yang menggunakan uang rakyat. Kontraktor seharusnya tidak boleh menghemat anggaran dengan mengabaikan K3,” ujar salah satu warga yang melintas di lokasi dan enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, Plaksana Riki memberikan pernyataan resmi dari pihak CV. Al Fakhri menjelaskan lagi dibawa APD menjawab dengan singkat, ujar Riki Pelaksana lapangan sementara UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V terkait temuan di lapangan ini. Saat dikonfirmasi via WhatsApp lagi Rapat, pihak berwenang untuk segera turun tangan dan menindak tegas kontraktor yang lalai dalam menerapkan standar keselamatan kerja. Proyek senilai hampir satu miliar rupiah ini seharusnya tidak memakan korban jiwa akibat kelalaian yang bisa dicegah

Baca juga:  Antonius Tumanggor: 'Materi Sosperda No 7 Tahun 2024 Dapat Mengatasi Tentang Persoalan Pengelolaan Sampah di Kelurahan Dwikora'

Team Galaxy Monitor.id ( GM /

Berita harus Tajam, Berimbang dan Persuasif 

Salam Satu Pena 

Bram 0823 8204 9206.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *