banner 728x250

Jaga Stabilitas Keamanan, Brimob Sumut Turun Patroli di Kawasan Belawan Personel Satuan Brimob Polda Sumut melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli skala besar di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu malam hingga Minggu dini hari (7–8 Maret 2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan pesisir Kota Medan. Patroli tersebut melibatkan 22 personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut yang dipimpin oleh Danton II Kompi 1 Batalyon A Pelopor, Ipda Sangap Hendra S. Ginting, S.H. Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile melalui beberapa titik yang dianggap rawan, mulai dari Jalan Stasiun Depo Container, Jalan Selebes, hingga kawasan Jalan Bandeng Pajak Baru di Kelurahan Belawan Bahagia. Patroli kemudian dilanjutkan menuju Jalan Bagan Deli sebelum kembali ke Mako Polres Pelabuhan Belawan untuk melaksanakan apel konsolidasi pada dini hari. Selama kegiatan berlangsung, patroli dilaksanakan secara humanis dengan menyapa masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari serta melakukan pemantauan situasi di lingkungan sekitar. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan, khususnya pada jam-jam rawan. Ipda Sangap Hendra S. Ginting menyampaikan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman. “Patroli ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan agar potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir. Kehadiran personel di lapangan diharapkan memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang beraktivitas maupun beristirahat,” ujarnya.

Jaga Stabilitas Keamanan, Brimob Sumut Turun Patroli di Kawasan Belawan Personel Satuan Brimob Polda Sumut melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli skala besar di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu malam hingga Minggu dini hari (7–8 Maret 2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan pesisir Kota Medan. Patroli tersebut melibatkan 22 personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut yang dipimpin oleh Danton II Kompi 1 Batalyon A Pelopor, Ipda Sangap Hendra S. Ginting, S.H. Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile melalui beberapa titik yang dianggap rawan, mulai dari Jalan Stasiun Depo Container, Jalan Selebes, hingga kawasan Jalan Bandeng Pajak Baru di Kelurahan Belawan Bahagia. Patroli kemudian dilanjutkan menuju Jalan Bagan Deli sebelum kembali ke Mako Polres Pelabuhan Belawan untuk melaksanakan apel konsolidasi pada dini hari. Selama kegiatan berlangsung, patroli dilaksanakan secara humanis dengan menyapa masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari serta melakukan pemantauan situasi di lingkungan sekitar. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan, khususnya pada jam-jam rawan. Ipda Sangap Hendra S. Ginting menyampaikan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman. “Patroli ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan agar potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir. Kehadiran personel di lapangan diharapkan memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang beraktivitas maupun beristirahat,” ujarnya.

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

banner 325x300

Medan, Galaxy Monitor.id 09 Maret 2026

Personel Satuan Brimob Polda Sumut melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli skala besar di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, Sabtu malam hingga Minggu dini hari (7–8 Maret 2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan pesisir Kota Medan.

Patroli tersebut melibatkan 22 personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut yang dipimpin oleh Danton II Kompi 1 Batalyon A Pelopor, Ipda Sangap Hendra S. Ginting, S.H.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli mobile melalui beberapa titik yang dianggap rawan, mulai dari Jalan Stasiun Depo Container, Jalan Selebes, hingga kawasan Jalan Bandeng Pajak Baru di Kelurahan Belawan Bahagia. Patroli kemudian dilanjutkan menuju Jalan Bagan Deli sebelum kembali ke Mako Polres Pelabuhan Belawan untuk melaksanakan apel konsolidasi pada dini hari.

Baca juga:  Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2026,

Selama kegiatan berlangsung, patroli dilaksanakan secara humanis dengan menyapa masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari serta melakukan pemantauan situasi di lingkungan sekitar. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan, khususnya pada jam-jam rawan.

Ipda Sangap Hendra S. Ginting menyampaikan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman.
“Patroli ini kami lakukan sebagai langkah pencegahan agar potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir. Kehadiran personel di lapangan diharapkan memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang beraktivitas maupun beristirahat,” ujarnya.

Baca juga:  Ekonomi Stabil Pengaruhi Situasi Kamtibmas Ekonomi Yang Baik Di Sumut Harus Kolaborasi Antarinstansi Ekonomi Daerah Yang Kuat, Prasyarat Stabilitas Kamtibmas Jangka Panjang *Medan,-* Akademisi Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU), Arif Qaedy Hutagalung, SE, M.Si, stabilitas ekonomi mempengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ekonomi di Sumut harus bagus dengan jalan kolaborasi dan sinergi antarinstasi baik itu Pemda, pihak keamanan, akademisi dan para pelaku usaha. "Kalau keamanan berantakan ekonominya juga berantakan. Ekonomi yang bagus bakal menghadirkan stabilitas sosial,"jelas Arif Qaedy di sela-sela Forum Diskusi bertema Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Inflasi Daerah, Sektor Usaha Riil/Kewirausahaan dan Situasi Kamtibmas Di Sumatera Utara, Jumat (6/2) di Medan. Dalam Forum diskusi yang dihadiri sekitar 75 peserta yang berasal dari mahasiswa USU dan pelaku UMKM Kota Medan yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI) ini juga menghadirkan Pembicara lainnya yakni, Kepala BPS Sumut, Asim Saputra. Dalam pemaparannya, Arif Qaedy menyampaikan, menjaga stabilitas ekonomi daerah tidak cukup dengan pengendalian harga, tapi membutuhkan penguatan struktur usaha lokal agar masyarakat tetap produktif dan resilien. "Ekonomi daerah yang kuat adalah prasyarat stabilitas sosial dan keamanan jangka panjang,"jelasnya. Keterkaitan ekonomi dengan keamanan, kata Arif, dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi lokal yang berbanding lurus dengan stabilitas Kamtibmas. Lemahnya sektor usaha mikro dapat berdampak pada meningkatnya kerawanan sosial. Arif juga menyampaikan, beberapa penyebab potensi gangguan stabilitas gangguan sosial antara lain, tekanan ekonomi berkepanjangan yang dapat memicu, konflik sosial skala kecil, peningkatan kriminalitas ekonomi dan ketegangan di kawasan urban padat penduduk. Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Asim Saputra menyampaikan, keamanan dan ketertiban masyarakat harus dijaga karena penting untuk menjaga suplai, produksi industri agar pengolahan berjalan dengan lancar. Salah satu tantangan iklim usaha di Sumut masih banyak (tinggi) biaya produksi dan ini jadi hal yang tidak menarik bagi pengusaha. "Inflasi bisa kita jaga ketika ekonomi kita kondusif. Untuk menjaga ekonomi kondusif tidak ada pelaku usaha yang mengambil kesempatan ketika situasi ekonomi sedang tidak baik,"jelasnya. Asim menambahkan, pascabenca Sumatera, kita mengalami kendala distribusi barang. Untuk Nias inflasi sampai 10 persen. Tapi bulan ini (Februari) kita mengalami deflasi cukup dalam sekitar 0, 75 persen. "Ini membuktikan upaya pemerintah untuk memasok komoditas yang dibutuhkan masyarakat khususnya di Kepualana Nias sudah berjalan normal,"tukasnya. *(Tim)*

Team Galaxy Monitor.id ( GM )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *