banner 728x250

Imigrasi Belawan gelar layanan Eazy Paspor di Universitas Medan Area

Imigrasi Belawan gelar layanan Eazy Paspor di Universitas Medan Area

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Belawan, Galaxy Monitor.id ( GM ) 21 Mei 2026.

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan menggelar layanan Eazy Paspor di Universitas Medan Area pada Selasa di lingkungan kampus Universitas Medan Area, Selasa (20/5).

Dalam pelaksanaan layanan tersebut, petugas melayani sebanyak 26 permohonan paspor. Rinciannya, 15 permohonan paspor baru dan 11 permohonan pergantian paspor.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan Eko Yuldis Parlin Rajagukguk menyampaikan program Eazy Paspor merupakan layanan jemput bola yang bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen perjalanan tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi.

Hal ini sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Herdarsam Marantoko, agar jajaran imigrasi terus menghadirkan pelayanan publik yang mudah diakses, cepat, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Baca juga:  Ribuan Orang Keracunan MBG di Bandung Barat Terungkap, Ini Penyebabnya!! Jawa Barat // Sebanyak 1.333 orang lebih menjadi korban keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ternyata keracunan ini disebabkan oleh bakteri, Senin.(30/9/25) Keracunan massal ini terjadi setelah para korban menyantap MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, hingga penghitungan Jum'at (26/9) yang lalu. Selain di Bandung Barat, sebanyak 657 orang mengalami gejala keracunan akibat mengonsumsi MBG di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Para korban keracunan pun beberapa sempat dipulangkan. Namun, ada pula korban yang datang kembali karena gejala muncul lagi. “Jadi semalam kami temukan 4 pasien KLB keracunan yang datang lagi padahal sebelumnya sudah dinyatakan membaik. Kebetulan saya kan ikut menangani langsung, jadi saya juga hafal betul wajahnya,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Lia N. Sukandar. Setelah dilakukan penanganan medis, petugas kemudian melakukan anamnesa terhadap pasien tersebut. Anamnesa atau pengumpulan informasi medis melalui wawancara dengan pasien mengemukakan fakta bahwa penyebab gejala berulang itu karena keawaman pasien dan keluarga. “Jadi setelah kita tanya, mereka makan apa di rumah karena kan kita tidak tahu. Ternyata ada yang dikasih jeruk, terus makan ayam goreng, nah apakah itu beli atau masak sendiri kan kita nggak tahu. Jadi hal-hal itu yang membuat mereka bergejala lagi,” kata Lia. Petugas Siaga Dia pun menginstruksikan semua petugas yang siaga di posko penanganan GOR Kecamatan Cipongkor serta tempat penanganan pasien KLB keracunan lainnya agar mengedukasi pasien dan keluarganya soal apa yang boleh dikonsumsi di rumah setelah dinyatakan membaik. “Jadi saya sudah wanti-wanti ke petugas agar mengedukasi pasien bahwa ketika pulang dan dinyatakan membaik itu jangan makan yang macam-macam dulu. Cukup makan bubur saja dan harus yang dimasak sendiri,” ujar Lia. Saat ini di posko penanganan GOR Kecamatan Cipongkor tersisa 12 pasien keracunan massal. Ia siaga menerima pasien baru maupun pasien dengan gejala berulang. Bakteri Jadi Penyebab Keracunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat mengungkapkan penyebab 1.333 orang ini. Ternyata penyebabnya karena bakteri Salmonella dan Bacillus cereus. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Labkesda Dinas Kesehatan Jawa Barat dr Ryan Bayusantika Ristandi menyampaikan bahwa bakteri ditemukan dari sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperiksa tim laboratorium. “Hasil pemeriksaan kami menunjukkan adanya bakteri pembusuk, yakni Salmonella dan Bacillus cereus yang berasal dari komponen karbohidrat dalam makanan,” kata Ryan. Dia menjelaskan, salah satu penyebab utama kontaminasi adalah rentang waktu penyiapan hingga penyajian makanan yang terlalu lama. Hal ini memungkinkan bakteri berkembang biak. Jika makanan disimpan pada suhu ruang lebih dari enam jam, apalagi tanpa pengontrolan suhu yang tepat, risiko tumbuhnya bakteri sangat tinggi,” ujarnya. Pentingnya Jaga Higienitas Ryan menekankan pentingnya menjaga higienitas dalam proses pengolahan makanan, mulai penggunaan air bersih hingga kebersihan petugas dapur. Dia menyarankan agar makanan disimpan pada suhu di atas 60 derajat Celsius atau di bawah 5 derajat Celsius untuk mencegah pembusukan. “Pemasak juga harus mengenakan sarung tangan, pakaian bersih, dan memastikan tidak ada terkontaminasi dari bahan lain,” tuturnya. Dinkes Jabar juga mengimbau semua pihak yang terlibat dalam program MBG untuk memperketat protokol keamanan pangan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (Red/Tim)

“Melalui layanan ini, proses pengajuan paspor dapat dilakukan secara lebih praktis, cepat, dan efisien,” ujar Eko.

Sementara itu, perwakilan dari Universitas Medan Area, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Syafrida Hafni Sahir, SE.M.SI menyatakan hari ini pihaknya mendapatkan pelayanan Eazy Pasport dari Kantor Imigrasi Belawan.

“Untuk itu kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Imigrasi Belawan, di mana memberikan pelayanan yang sangat baik sekali, mudah dalam proses pengusulannya, mudah dalam proses pembuatan paspornya dan semuanya dilayani dengan baik dan prima,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapan, semoga Imigrasi Belawan menjadi contoh bagi kantor imigrasi lainnya di seluruh Indonesia.

Selama kegiatan berlangsung, layanan Eazy Paspor berjalan lancar dengan suasana tertib dan kondusif.

Baca juga:  Dihadiri Wali Kota Medan Rico Waas, Keluarga Besar Antonius Tumanggor Gelar Open House & Rayakan HUT Bersama

Petugas juga memberikan pendampingan kepada para pemohon agar seluruh tahapan permohonan paspor dapat diproses dengan baik.

Team Galaxy Monitor.id ( GM )

Harus Berimbang dan Persuasif 

Editor.  : SAM

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *