banner 728x250

Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap, Alat Berat Tambang Emas Ilegal Tapsel–Madina Dievakuasi ke Batalyon C Sipirok

Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap, Alat Berat Tambang Emas Ilegal Tapsel–Madina Dievakuasi ke Batalyon C Sipirok

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

MEDAN, Galaxy  Monitor id  05  Maret. 2026.

Personel Satuan Brimob  bersama Direktorat  Reserse  Kriminal Khusus Polda Sumut mulai mengevakuasi alat berat ekskavator  dan lokasi brambang Emas ilegal  di perbatasan Tapanuli Selatan dan  kabupaten Mandailing Natal. 4 Maret. 2026.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut Kombes Rantau Isnur Eka mengatakan, sebanyak 10 unit ekskavator telah dievakuasi. Sementara sejumlah alat berat lainnya belum dapat dibawa karena mengalami kerusakan.

Proses evakuasi berlangsung dengan tingkat kesulitan tinggi. Jarak lokasi tambang ke pemukiman warga cukup jauh dan membutuhkan waktu sekitar lima jam perjalanan. Ekskavator harus dikemudikan langsung oleh operator karena tidak memungkinkan diangkut menggunakan truk, mengingat kondisi jalan yang bergelombang, berlumpur, serta terjal dan tidak dapat dilalui kendaraan biasa.

Setibanya di area pemukiman, barulah 10 unit alat berat tersebut diangkut menggunakan truk menuju Batalyon C Brimob di Sipirok untuk diamankan sebagai barang bukti.

“Alat berat kami keluarkan dari lokasi sekira pukul 14:00 WIB untuk dijadikan barang bukti,” kata Kombes Rantau Isnur Eka, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, setiap alat berat yang dibawa ke Batalyon C Brimob Sipirok dikawal personel bersenjata lengkap. Untuk setiap empat unit ekskavator, pengawalan dilakukan oleh 90 hingga 150 personel atau setara tiga pleton.

Pengamanan ketat dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan penghadangan maupun perlawanan dari pihak-pihak yang tidak terima aktivitas tambang emas ilegal tersebut ditertibkan.

Baca juga:  Berikut adalah contoh rilis pers untuk Galaxy Monitor terkait senam santai di Lapangan Merdeka Medan: *Rilis Pers* *Galaxy Monitor Hadirkan Senam Santai di Lapangan Merdeka Medan* Medan, 23 September 2025 - Galaxy Monitor bekerja sama dengan Pemerintah Kota Medan akan mengadakan senam santai di Lapangan Merdeka Medan pada hari Minggu, 23 September 2025. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga ringan di ruang terbuka hijau. *Detail Acara:* - *Hari dan Tanggal:* Minggu, 23 September 2025 - *Waktu:* 07.00 WIB - 09.00 WIB - *Lokasi:* Lapangan Merdeka Medan - *Aktivitas:* Senam santai, stretching, dan yoga ringan *Tujuan:* - Mempromosikan gaya hidup sehat dan aktif di kalangan masyarakat - Meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga ringan di ruang terbuka hijau - Menyediakan kesempatan bagi masyarakat untuk bersosialisasi dan menjalin komunitas *Informasi Lebih Lanjut:* Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara ini, silakan hubungi tim kami di [nomor telepon] atau [alamat email]. *Media Kontak:* Nama: No. Telepon: Email: Terima kasih atas perhatian dan partisipasi Anda dalam acara senam santai di Lapangan Merdeka Medan! Namun perlu diingat bahwa Lapangan Merdeka Medan saat ini sedang dalam proses revitalisasi yang dimulai sejak Juli 2022 dan rencananya akan selesai pada Januari 2025. Oleh karena itu, pastikan untuk memeriksa ketersediaan lapangan dan melakukan penyesuaian jadwal jika diperlukan ¹.

Sebelumnya, pada Senin (2/3/2026), upaya membawa dua alat berat sempat diintervensi oleh belasan pria bertubuh tegap.

“Setiap 4 alat berat di kawal 3 pleton,” ungkapnya.

Dalam operasi penindakan sebelumnya, tim gabungan Sat Brimob dan Ditreskrimsus Polda Sumut menindak aktivitas tambang emas ilegal di pinggir Sungai Batang Gadis yang berada di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal.

Operasi yang melibatkan lebih dari 200 personel Sat Brimob itu mengamankan 14 unit ekskavator dari dua lokasi berbeda, dengan rincian 12 unit berada di area tambang dan dua unit lainnya dalam perjalanan menuju lokasi. Selain itu, 17 orang turut diamankan dan saat ini masih berstatus saksi.

Wakil Kepala Polda Sumatera Utara Brigjen Pol Sonny Irawan menyampaikan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pemilik tambang diperkirakan dapat meraup omzet hingga Rp1,5 miliar per hari.

Perkiraan tersebut didasarkan pada temuan adanya enam lubang tambang, terdiri dari empat titik di Kabupaten Tapanuli Selatan dan dua titik di Kabupaten Mandailing Natal. Dalam satu lubang tambang, diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 100 gram emas per hari.

Untuk saat ini, emas batangan lokal (cukim) disebut berada di kisaran harga Rp2,6 juta per gram.

“informasi awal yang kami peroleh bahwa memang satu titik yang ada di kegiatan tersebut, itu bisa menghasilkan lebih kurang 100 gram emas ilegal, ya. Satu titik, ya. Sementara ini ada beberapa titik. Itu satu hari, rekan-rekan sekalian,” kata Brigjen Pol Sonny Irawan, Selasa (3/3/2026).

Baca juga:  Kabar Duka: Mantan Wakil Presiden RI ke-6 H. Try Sutrisno Wafat Jakarta — Bangsa Indonesia berduka. Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno, dikabarkan telah meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.45 WIB. Almarhum mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Informasi yang dihimpun menyebutkan jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat. Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Semasa hidupnya, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno dikenal sebagai tokoh militer dan negarawan yang pernah mengemban amanah sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998. Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan. Masyarakat diimbau untuk turut mendoakan agar almarhum husnul khatimah serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Sonny menyebut, aktivitas tambang emas ilegal tersebut berada di wilayah Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kegiatan itu telah berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan.

Awalnya, aktivitas tambang berada di wilayah Mandailing Natal. Namun kemudian dilakukan ekspansi ke wilayah Tapanuli Selatan karena lokasi tambang hanya dipisahkan oleh aliran sungai.

“Sebelumnya, ini sudah berlangsung di wilayah Mandailing Natal. Sudah ada lebih kurang 2-3 bulan di Mandailing Natal, kemudian mereka melakukan ekspansi ke wilayah Tapanuli Selatan, ya.”

Team Galaxy Monitor.id ( GM )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *