
Lebak, Media Online Galaxy Monitor.id.( GM ) 18 Juli. 2026.
Seorang aktivis yang dikenal dengan sapaan Koh Uun dikabarkan menjadi korban dugaan penculikan dan penganiayaan setelah sebelumnya menyampaikan kritik keras terhadap ketua DPRD Lebak ( 18/07/2026)
Peristiwa tersebut disebut-sebut terjadi di wilayah Kabupaten Lebak dan kini menjadi perhatian publik.
Berdasarkan informasi yang beredar, Koh Uun diduga dibawa secara paksa oleh sekelompok orang, mengalami tindakan kekerasan, kemudian dibawa ke sebuah rumah yang disebut sebagai kediaman Ketua DPRD Kabupaten Lebak. Namun hingga berita ini ditulis, kronologi lengkap kejadian tersebut masih menunggu klarifikasi dari seluruh pihak yang disebutkan.
Apabila dugaan tersebut benar terjadi, tindakan itu berpotensi melanggar hukum dan mencederai prinsip negara hukum, kebebasan berpendapat, serta perlindungan terhadap hak asasi setiap warga negara. Masyarakat pun berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan tidak memihak.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun dari Ketua DPRD Kabupaten Lebak terkait informasi yang beredar tersebut. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tidak menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut dugaan tindak pidana serius. Berbagai elemen masyarakat meminta agar aparat segera mengungkap fakta yang sebenarnya serta memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak yang terlibat.
Team Galaxy Monitor.id (GM )
Harus Berimbang dan Persuasif





