banner 728x250

Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo menghadiri pembukaan Aceh Economic Development Forum (AEDF) 2026 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh,

Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo menghadiri pembukaan Aceh Economic Development Forum (AEDF) 2026 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh,

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Banda Aceh, Galaxy Monitor.id ( GM ) 08 Oktober 2026.

Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo menghadiri pembukaan Aceh Economic Development Forum (AEDF) 2026 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Selasa, 6 Oktober 2026. Forum tersebut mengusung tema “Accelerating Investment and New Industrial Era in Aceh”.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, kehadiran Wakapolda Aceh dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di Aceh.

Menurutnya, keamanan memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan ekonomi masyarakat. Ketika masyarakat merasa aman, dunia usaha mendapatkan kepastian, sehingga berbagai aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan lebih nyaman dan berkelanjutan.

“Ekonomi akan tumbuh ketika masyarakat merasa aman, dunia usaha mendapatkan kepastian, dan semua pihak memiliki kepercayaan untuk bergerak. Di situlah Polri mengambil peran, yaitu menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan bersama masyarakat,” ujar Joko dalam keterangannya usai kegiatan.

Baca juga:  67 Dokter Spesialis THT-KL Turun Langsung Bantu Korban Banjir Aceh Tamiang

Ia menjelaskan, kehadiran Polri dalam pembangunan ekonomi bukan untuk mencampuri aktivitas usaha, melainkan memastikan ruang sosial dan lingkungan usaha tetap aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

“Polri ingin menjadi bagian dari ekosistem pembangunan. Kami membuka ruang komunikasi dan membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat. Dengan kolaborasi ini, berbagai potensi Aceh dapat dikembangkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Joko.

Joko juga menegaskan, pihaknya akan terus menjaga situasi kamtibmas sekaligus memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun dunia usaha dapat dicegah dan diselesaikan secara bersama-sama.

“Keamanan bukan sekadar hadir ketika terjadi persoalan. Keamanan harus dirasakan masyarakat setiap hari,” tegasnya.

Terakhir, ia berharap AEDF 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan dan kepentingan, tetapi juga mendorong lahirnya kerja sama serta langkah-langkah nyata bagi kemajuan ekonomi Aceh.

Baca juga:  Mahasiswa STIK Angkatan 83 Laksanakan Kegiatan Bersih-Bersih Tempat Ibadah di Masjid Jami’ Al Hidayah Menasah Reudeup Aceh Utara // Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dianmas), Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 kembali melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa kerja bakti pembersihan tempat ibadah di Masjid Jami’ Al Hidayah, Menasah Reudeup, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis (19/02/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Mahasiswa STIK terhadap fasilitas umum dan tempat ibadah yang terdampak banjir serta membutuhkan pembersihan agar dapat kembali digunakan secara nyaman oleh masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Mahasiswa STIK bersama masyarakat setempat melakukan pembersihan bagian dalam dan luar masjid, termasuk ruang salat, halaman, tempat wudu, serta saluran air yang terdampak lumpur dan sisa material banjir. Kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Mahasiswa STIK juga berkoordinasi dengan pengurus Masjid Jami’ Al Hidayah dan perangkat desa Menasah Reudeup guna memastikan proses pembersihan berjalan tertib dan efektif. Kehadiran Mahasiswa STIK tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menjadi bentuk nyata solidaritas dan dukungan moril kepada masyarakat. Melalui kegiatan bersih-bersih tempat ibadah ini, diharapkan Masjid Jami’ Al Hidayah dapat kembali difungsikan secara optimal sebagai pusat ibadah dan aktivitas keagamaan warga. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nilai-nilai Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan, kepedulian, dan penguatan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat.(Red/Tim)

Sebab, menurutnya, keberhasilan pembangunan pada akhirnya tidak hanya diukur dari seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi tercatat, tetapi juga dari seberapa besar manfaat pembangunan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat.

@spripimpoldaaceh
@spripim.polri
@bidhumaspoldaaceh
@divisihumaspolri
@polisi_peduli
@halo_polisi

@polisi_indonesia
@polisirepublikindonesia

#bidhumaspoldaaceh #wakapoldaaceh
#polisibersamamasyarakat

Salam Satu Pena dari Sabang sampai Merauke 

Team Galaxy Monitor.id ( GM )

082382049206 (  BRAM )

Berita Harus Aktual, Berinovasi dan Persuasif 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *