
Sumatera Utara , Galaxy Monitor.id. 23 Pebruari. 2026.
Dalam semangat kepedulian dan kebersamaan di Bulan Suci Ramadan, personel dan Bhayangkari jajaran Batalyon B Satuan Brimob Polda Sumut melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Kegiatan sosial ini digelar serentak di sejumlah titik aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), terminal angkutan umum, hingga ruas jalan utama di beberapa wilayah Sumatera Utara, pada Senin (23/02/2026).
Kegiatan berbagi takjil dilaksanakan di Kota Tebing Tinggi, Kota Pematangsiantar, dan Kota Tanjung Balai. Sasaran kegiatan meliputi para pekerja TPA, sopir angkutan umum, pengemudi ojek online, serta masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.
Di Kota Tebing Tinggi, personel Staf Batalyon, Kompi 1 dan Kompi 4 Batalyon B bersama Bhayangkari melaksanakan kegiatan di sekitar TPA Jalan Baja, Sei Sigiling. Kegiatan ini dipimpin oleh Danki 1 Batalyon B, AKP Tahi Parulian Hutagalung, dengan turut dihadiri jajaran pimpinan Batalyon B serta pengurus Bhayangkari.
Sementara itu di Pematangsiantar, personel Kompi 2 Batalyon B bersama Bhayangkari melaksanakan pembagian takjil di kawasan TPA dan Terminal Tanjung Pinggir. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Danki 2B, AKP Laurensius Siahaan, S.H., menyasar para sopir angkutan, pekerja lapangan, dan masyarakat pengguna jalan.
Adapun di Kota Tanjung Balai, personel Kompi 3 Batalyon B bersama Bhayangkari melaksanakan kegiatan serupa di Jalan Besar Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, dipimpin oleh Danki 3B, AKP Hotlan Mulia Sihombing, S.H. Pembagian takjil diberikan langsung kepada masyarakat yang melintas dan masih beraktivitas menjelang berbuka puasa.
Komandan Batalyon B Satbrimob Polda Sumut Kompol Bima Anggalaksana, S.I.K., M.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir dan berbagi bersama masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan.
“Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang masih bekerja hingga waktu berbuka. Ini adalah bentuk kepedulian dan pengabdian yang sederhana namun tulus,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya berhasil menyalurkan takjil kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik serta citra positif Polri sebagai institusi yang hadir dengan pendekatan humanis.
Melalui aksi berbagi ini, Batalyon B Satbrimob Polda Sumut berharap semangat kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial di Bulan Suci Ramadan dapat terus terjaga dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Team Galaxy Monitor.id ( GM )
Berita Terkait
Kapolrestabes Medan Arahkan Personel Tetap Humanis dalam Pengamanan Aksi KBMN di DPRD Sumut *MEDAN,–* Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Nommensen (KBMN) Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (22/6/2026). Aksi yang membawa enam tuntutan terkait kebijakan nasional tersebut berlangsung dinamis, namun tetap dapat dikendalikan berkat pendekatan humanis, sabar, dan dialogis dari aparat gabungan. Sejak awal kegiatan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak turun langsung memantau jalannya pengamanan di lapangan. Bersama personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan, ia memastikan penyampaian aspirasi mahasiswa dapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Massa KBMN tiba di depan Gedung DPRD Sumatera Utara setelah melakukan long march. Dalam aksinya, mereka menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, revisi UU TNI dan UU Polri, stabilisasi ekonomi nasional, pengesahan UU Perampasan Aset dan UU Masyarakat Adat, serta revitalisasi pendidikan nasional. Dalam perjalanannya, situasi sempat mengalami peningkatan eskalasi ketika sebagian massa berupaya menerobos barikade, membakar ban, serta melempar botol air mineral ke arah area pengamanan. Meski demikian, aparat tetap bersikap tenang, tidak terpancing, dan mengedepankan pendekatan persuasif. Di tengah situasi tersebut, Kapolrestabes Medan kembali menegaskan arahan kepada seluruh personel agar tetap mengedepankan sikap humanis. “Saya minta seluruh personel tetap sabar, humanis, dan jangan terpancing. Tugas kita adalah mengamankan serta melayani masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum,” tegasnya melalui pengeras suara. Arahan itu menjadi pedoman penting bagi seluruh personel di lapangan. Pendekatan dialogis terus diutamakan meski situasi beberapa kali memanas akibat aksi dorong dan pelemparan. Ketegangan kembali muncul saat massa mengetahui keberadaan Rektor Universitas HKBP Nommensen di dalam Gedung DPRD Sumut. Sejumlah mahasiswa menyampaikan kekecewaan karena sebelumnya permohonan penggunaan atribut kampus dalam aksi tidak disetujui pihak universitas. Koordinator aksi, Mujijat Silalahi, menyampaikan bahwa pihaknya telah lebih dahulu mengajukan pemberitahuan serta permohonan izin penggunaan atribut kampus, namun ditolak dengan alasan aspirasi tersebut tidak mewakili seluruh mahasiswa. Kekecewaan massa semakin meningkat ketika mengetahui adanya pertemuan antara pihak rektorat dan legislatif di dalam gedung, yang kemudian memicu kembali aksi protes di luar area pengamanan. Di tengah dinamika tersebut, aparat kepolisian terus membuka ruang komunikasi dan mendorong terciptanya dialog antara mahasiswa dan DPRD Sumut. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika perwakilan DPRD akhirnya menerima massa aksi untuk berdialog. Aspirasi mahasiswa diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara H. Salman Alfarisi, Lc., M.A. dari Fraksi PKS serta Anggota Komisi A DPRD Sumut Irham Buana Nasution, S.H., M.Hum. dari Fraksi Partai Golkar. Pertemuan berlangsung terbuka dan diisi dengan penyampaian seluruh tuntutan mahasiswa. Meski sebagian massa masih menyampaikan kekecewaan karena pimpinan DPRD tidak hadir langsung, aparat tetap menjaga suasana tetap kondusif dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan pelayanan humanis. Pada beberapa momen ketika terjadi aksi dorong dan pelemparan, petugas tetap bertindak terukur, profesional, dan tidak melakukan tindakan berlebihan. Berkat kesabaran seluruh unsur pengamanan, komunikasi yang baik, serta pendekatan dialogis, situasi akhirnya dapat dikendalikan tanpa terjadi bentrokan. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib dan kembali ke Universitas HKBP Nommensen. Secara keseluruhan, pengamanan aksi melibatkan 644 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP Provinsi Sumatera Utara, dan Dinas Perhubungan. Aksi berlangsung aman dan kondusif, sekaligus mencerminkan komitmen aparat dalam mengawal kebebasan menyampaikan pendapat secara humanis, profesional, dan berkeadilan. *(Tim)*
