banner 728x250

Pelindo Regional 1 Belawan Dukung Peningkatan Layanan di Terminal Peti Kemas Internasional Belawan*

Pelindo Regional 1 Belawan Dukung Peningkatan Layanan di Terminal Peti Kemas Internasional Belawan*

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Medan, Galaxy Monitor.id ( GM ) 29 Oktober 2026 

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan terus mendukung peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan kepelabuhanan guna memperkuat daya saing Pelabuhan Belawan dalam menunjang aktivitas logistik dan perdagangan, baik domestik maupun internasional.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penerapan teknologi alat pemindai peti kemas (Hi-Co Scan) di Terminal Peti Kemas Internasional Belawan yang saat ini dikelola oleh PT Belawan New Container Terminal (BNCT), perusahaan joint venture antara Pelindo dan DP World.

Penguatan fasilitas ini menjadi bagian dari pengembangan layanan di Pelabuhan Belawan yang memiliki sejumlah terminal dengan karakteristik pelayanan berbeda, mulai dari terminal curah cair, curah kering, penumpang, hingga peti kemas.

Dalam kegiatan sosialisasi pelayanan tambahan pada layanan jasa peti kemas yang dilaksanakan di Medan, Selasa (20/10), BNCT memaparkan kesiapan penerapan Hi-Co Scan di Terminal A dan Terminal B, termasuk fasilitas pendukung berupa ruang kontrol, infrastruktur jaringan, serta integrasi sistem antarpihak yang terlibat dalam proses pelayanan.

Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan fasilitas dan penerapan teknologi merupakan bagian penting dari upaya Pelindo dalam mendorong pelayanan kepelabuhanan yang semakin efektif dan efisien.

Baca juga:  Ribuan Orang Keracunan MBG di Bandung Barat Terungkap, Ini Penyebabnya!! Jawa Barat // Sebanyak 1.333 orang lebih menjadi korban keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ternyata keracunan ini disebabkan oleh bakteri, Senin.(30/9/25) Keracunan massal ini terjadi setelah para korban menyantap MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, hingga penghitungan Jum'at (26/9) yang lalu. Selain di Bandung Barat, sebanyak 657 orang mengalami gejala keracunan akibat mengonsumsi MBG di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Para korban keracunan pun beberapa sempat dipulangkan. Namun, ada pula korban yang datang kembali karena gejala muncul lagi. “Jadi semalam kami temukan 4 pasien KLB keracunan yang datang lagi padahal sebelumnya sudah dinyatakan membaik. Kebetulan saya kan ikut menangani langsung, jadi saya juga hafal betul wajahnya,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Lia N. Sukandar. Setelah dilakukan penanganan medis, petugas kemudian melakukan anamnesa terhadap pasien tersebut. Anamnesa atau pengumpulan informasi medis melalui wawancara dengan pasien mengemukakan fakta bahwa penyebab gejala berulang itu karena keawaman pasien dan keluarga. “Jadi setelah kita tanya, mereka makan apa di rumah karena kan kita tidak tahu. Ternyata ada yang dikasih jeruk, terus makan ayam goreng, nah apakah itu beli atau masak sendiri kan kita nggak tahu. Jadi hal-hal itu yang membuat mereka bergejala lagi,” kata Lia. Petugas Siaga Dia pun menginstruksikan semua petugas yang siaga di posko penanganan GOR Kecamatan Cipongkor serta tempat penanganan pasien KLB keracunan lainnya agar mengedukasi pasien dan keluarganya soal apa yang boleh dikonsumsi di rumah setelah dinyatakan membaik. “Jadi saya sudah wanti-wanti ke petugas agar mengedukasi pasien bahwa ketika pulang dan dinyatakan membaik itu jangan makan yang macam-macam dulu. Cukup makan bubur saja dan harus yang dimasak sendiri,” ujar Lia. Saat ini di posko penanganan GOR Kecamatan Cipongkor tersisa 12 pasien keracunan massal. Ia siaga menerima pasien baru maupun pasien dengan gejala berulang. Bakteri Jadi Penyebab Keracunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat mengungkapkan penyebab 1.333 orang ini. Ternyata penyebabnya karena bakteri Salmonella dan Bacillus cereus. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Labkesda Dinas Kesehatan Jawa Barat dr Ryan Bayusantika Ristandi menyampaikan bahwa bakteri ditemukan dari sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperiksa tim laboratorium. “Hasil pemeriksaan kami menunjukkan adanya bakteri pembusuk, yakni Salmonella dan Bacillus cereus yang berasal dari komponen karbohidrat dalam makanan,” kata Ryan. Dia menjelaskan, salah satu penyebab utama kontaminasi adalah rentang waktu penyiapan hingga penyajian makanan yang terlalu lama. Hal ini memungkinkan bakteri berkembang biak. Jika makanan disimpan pada suhu ruang lebih dari enam jam, apalagi tanpa pengontrolan suhu yang tepat, risiko tumbuhnya bakteri sangat tinggi,” ujarnya. Pentingnya Jaga Higienitas Ryan menekankan pentingnya menjaga higienitas dalam proses pengolahan makanan, mulai penggunaan air bersih hingga kebersihan petugas dapur. Dia menyarankan agar makanan disimpan pada suhu di atas 60 derajat Celsius atau di bawah 5 derajat Celsius untuk mencegah pembusukan. “Pemasak juga harus mengenakan sarung tangan, pakaian bersih, dan memastikan tidak ada terkontaminasi dari bahan lain,” tuturnya. Dinkes Jabar juga mengimbau semua pihak yang terlibat dalam program MBG untuk memperketat protokol keamanan pangan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (Red/Tim)

“Pelindo terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja operasional di Pelabuhan Belawan, baik melalui kesiapan peralatan, optimalisasi proses operasional, maupun penerapan teknologi. Salah satunya melalui Hi-Co Scan yang diharapkan dapat mendukung proses pemeriksaan peti kemas menjadi lebih efektif dan efisien,” ujar Yusrizal.

Ia menjelaskan bahwa proses penerapan Hi-Co Scan di BNCT telah diinisiasi sejak 2023. Setelah melalui berbagai tahapan persiapan dan koordinasi, implementasi teknologi tersebut dapat direalisasikan sebagai langkah positif dalam memperkuat sistem pemeriksaan peti kemas di Pelabuhan Belawan.

Menurutnya, penerapan fasilitas ini tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi antara instansi pemerintah, operator terminal, pengguna jasa, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem kepelabuhanan.

“Kami berharap penerapan Hi-Co Scan dapat mempercepat proses pemeriksaan, memperlancar arus keluar-masuk peti kemas, serta meningkatkan efektivitas pengawasan. Pada akhirnya, peningkatan pelayanan ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan dunia usaha terhadap Pelabuhan Belawan,” tambah Yusrizal.

Baca juga:  Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

Melalui penguatan fasilitas dan sinergi antarpemangku kepentingan, Pelindo Regional 1 Belawan terus mendukung pengembangan pelayanan di seluruh kawasan pelabuhan guna mewujudkan Pelabuhan Belawan yang semakin andal, efisien, dan berdaya saing.

Salam Satu Pena dari Sabang sampai Merauke 

BRAM.  082382049206

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *