banner 728x250

Kasus KIP Kuliah Belum Tuntas, Dugaan Korupsi Baru Di LLDIKTI Dilaporkan Ke Kejatisu

Kasus KIP Kuliah Belum Tuntas, Dugaan Korupsi Baru Di LLDIKTI Dilaporkan Ke Kejatisu

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

MEDAN. Galaxy Monitor.id ( GM ) 07 Mei 2026 

Satu per satu dugaan korupsi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatera Utara diduga melibatkan pejabat di sana masuk ke ranah hukum.

Setelah sebelumnya dugaan penyimpangan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan konflik kepentingan dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), kini muncul laporan baru terkait dugaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa serta belanja internal di institusi tersebut.

Laporan terbaru itu disampaikan oleh Haris MH, salah seorang aktivis yang tergabung dalam Gerakan Untuk Rakyat (GUNTUR), ke Kejatisu pada Kamis (7/5). Pengaduan tersebut telah diterima secara resmi dengan Nomor: 005/DUMAS/HARIS/2026.

Haris mengatakan, laporan yang disampaikan berkaitan dengan dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan negara dan indikasi tindak pidana korupsi pada satuan kerja LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara.

Menurutnya, terdapat sejumlah kegiatan pengadaan dan belanja internal yang dinilai tidak transparan serta berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Salah satu kegiatan yang disorot adalah renovasi ruang podcast humas dengan nilai anggaran sebesar Rp134.597.000. Haris menilai pekerjaan tersebut tidak memiliki rincian teknis yang jelas dan terdapat dugaan penggelembungan nilai proyek (mark-up).

“Dugaan pola yang sama juga ditemukan pada kegiatan pemeliharaan fasilitas seperti genset, kamar mandi, dan fasilitas lainnya. Ada indikasi rekayasa kebutuhan anggaran,” ujar Haris kepada wartawan usai menyerahkan laporan di Kantor Kejatisu.

Selain itu, laporan juga mencakup dugaan penyimpangan pada sektor pengadaan dan operasional jasa cleaning service yang nilainya mencapai sekitar Rp660 juta dalam 12 paket pekerjaan. Tidak hanya itu, anggaran pemeliharaan kendaraan dinas juga turut dipersoalkan, masing-masing sekitar Rp84,36 juta untuk kendaraan pejabat eselon II dan Rp294,56 juta untuk kendaraan roda empat lainnya.

Baca juga:  Media Online Galaxy Monitor.id (GM) Dukung WFH Setiap Jumat, Pimpinan Umum GM agar seluruh ASN Tetap Profesional dalam pelayanan publik.

Menurut Haris, sejumlah kegiatan tersebut diduga menggunakan metode pengadaan langsung secara berulang sehingga berpotensi menghindari mekanisme tender terbuka. Ia juga mempertanyakan kewajaran nilai anggaran dalam beberapa kegiatan yang dilaporkan.

“Berdasarkan fakta awal yang kami temukan, terdapat indikasi memperkaya diri sendiri atau orang lain melalui penggelembungan nilai proyek. Selain itu, ada dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan anggaran dan fasilitas negara,” katanya.

Ia menilai dugaan tersebut telah memenuhi unsur awal atau prima facie untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Dalam laporannya, ia juga meminta Kejatisu segera melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa seluruh pihak terkait, mengaudit seluruh kegiatan anggaran yang dilaporkan, serta menelusuri aliran dana yang diduga berkaitan dengan praktik korupsi tersebut.

Haris menegaskan, dugaan penyimpangan tersebut dinilai serius dan bersifat sistemik karena berpotensi merugikan keuangan negara serta mencederai integritas lembaga pendidikan tinggi.

“Jika laporan ini tidak ditindaklanjuti secara serius, kami akan membawa persoalan ini ke Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah dokumen dan bukti pendukung telah dilampirkan dalam laporan pengaduan tersebut.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara membenarkan telah menerima laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi di lingkungan LLDIKTI Wilayah I.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Rizaldi, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima pihaknya.

“Kalau sudah ada tanda terima cap itu, sudah betul lah Bang, diterima itu,” ujar Rizaldi saat dikonfirmasi wartawan.

Ia menjelaskan, laporan yang masuk nantinya akan terlebih dahulu dievaluasi dan ditelaah sebelum diarahkan ke bidang terkait di internal Kejatisu.

“Ya, petunjuk pimpinan diarahkan ke mana nanti. Apa ke Pidsus, ke Intel, ya kan? Nanti ditelaah,” katanya.

Baca juga:  *Tim Gabungan Jatanras Polda Sumut Tangkap Dua Remaja Pelaku Begal* Belawan – Tim Gabungan Jatanras Polda Sumut bersama Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan pada Minggu, 18 Januari 2026, berhasil mengamankan dua orang remaja pelaku aksi begal yang terjadi pada Kamis, 25 Desember 2025 subuh di Jalan Besar Dusun Pauh, Desa Hamparan Perak. Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR., melalui Kasat Reskrim AKP Agus Purnomo, SH., MH., menerangkan bahwa kedua pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial SR (16) dan N (16). “Kedua pelaku merupakan remaja yang terlibat dalam aksi begal terhadap seorang korban yang saat itu melintas di lokasi hendak pergi bekerja dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario,” jelas AKP Agus Purnomo. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi saat korban hendak berangkat kerja, dipepet oleh para pelaku yang berjumlah lima orang dan membawa senjata tajam. “Korban dipepet hingga hampir terjatuh. Setelah korban berhenti, para pelaku mengancam korban dan memaksanya turun, kemudian mengambil sepeda motor korban serta tas korban yang berada di dalam jok sepeda motor,” lanjutnya. Setelah menerima laporan dari korban, Tim Gabungan Jatanras Polda Sumut bersama Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran. “Dari hasil penyelidikan, kami berhasil mengidentifikasi identitas serta keberadaan para pelaku, hingga akhirnya dilakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku tersebut,” ujar AKP Agus. Dari hasil interogasi awal, kedua pelaku mengakui perbuatannya. “Kedua tersangka mengaku melakukan aksi begal tersebut bersama tiga orang rekannya yang lain dan mengaku sebagai anggota kelompok geng motor Pasbar,” ungkapnya. Lebih lanjut, AKP Agus Purnomo menambahkan bahwa sepeda motor milik korban telah dijual oleh para pelaku. “Para pelaku juga mengakui telah menjual sepeda motor korban dengan harga Rp8.000.000 melalui perantara 3 temannya yang lain, dan masing-masing pelaku mendapat bagian sebesar Rp1.000.000. Selain itu, berdasarkan pengakuan mereka, kelompok ini telah melakukan aksi begal sebanyak lima kali,” jelasnya. Saat ini, kedua pelaku masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan. Sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran, dan pihak kepolisian menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap.

Rizaldi juga memastikan laporan tersebut memang telah masuk melalui PTSP Kejatisu.

Sementara itu, dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana KIP Kuliah sebelumnya, Kejatisu diketahui telah memeriksa Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara, Prof Syaiful Anwar Matondang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Rizaldi SH MH, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.

“Tim menyampaikan bahwa Kepala LLDIKTI hari ini dimintai keterangan klarifikasi,” ujar Rizaldi saat dikonfirmasi pada Senin (27/4/2026).

Pemeriksaan itu merupakan tindak lanjut dari surat perintah tugas (sprint) yang diterbitkan Kejatisu setelah proses telaah laporan selesai dilakukan.

Dalam tahap awal penanganan perkara, Kejatisu melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan (pulbaket), termasuk meminta klarifikasi terhadap pihak-pihak yang dianggap mengetahui atau berkaitan dengan dugaan kasus tersebut.

Kejatisu menyatakan hasil klarifikasi dan pengumpulan bahan keterangan itu nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan peningkatan status perkara ke tahap penyidikan apabila ditemukan indikasi tindak pidana korupsi.

Team Galaxy Monitor.id ( GM )

Harus Berimbang dan Persuasif 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *