banner 728x250

PP59 Siantar–Simalungun Resmi Dilantik, Siap Bersinergi Membangun Daerah Pematangsiantar | 18 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Perintis 59 (PP59) Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun resmi dilantik dalam suasana khidmat di Jalan WR Supratman, Sabtu (18/7/2026). Pelantikan dipimpin langsung Ketua DPW PP59 Sumatera Utara, DR (HC) Minten Saragih, yang melantik Andre Simbolon sebagai Ketua DPC PP59 Pematangsiantar dan Zulkarnain Sinaga sebagai Ketua DPC PP59 Simalungun. Acara diawali doa oleh Ustaz Aris Tarigan dan pembukaan dengan Tari Tortor Somba dari Yayasan Perguruan Sultan Agung. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintah, Forkopimda, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Ketua Panitia Monang Tarigan berharap pelantikan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat peran PP59 sebagai organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Andre Simbolon menegaskan komitmen PP59 untuk mendukung program pemerintah dan menjadi pelopor kegiatan positif di tengah masyarakat. Sementara itu, Zulkarnain Sinaga menyatakan kesiapan menjalankan program-program sosial dan kemasyarakatan serta mengajak seluruh kader terus berkontribusi bagi kepentingan masyarakat. Ketua DPW PP59 Sumut DR (HC) Minten Saragih mengajak seluruh kader menjaga etika, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan organisasi lainnya, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba. Pemerintah Kota Pematangsiantar dan Pemerintah Kabupaten Simalungun memberikan apresiasi terhadap kehadiran PP59 sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Pelantikan berlangsung aman, tertib, dan sukses, sekaligus menegaskan komitmen PP59 untuk menjadi organisasi yang humanis, profesional, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.Red/Tim)

PP59 Siantar–Simalungun Resmi Dilantik, Siap Bersinergi Membangun Daerah Pematangsiantar | 18 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Perintis 59 (PP59) Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun resmi dilantik dalam suasana khidmat di Jalan WR Supratman, Sabtu (18/7/2026). Pelantikan dipimpin langsung Ketua DPW PP59 Sumatera Utara, DR (HC) Minten Saragih, yang melantik Andre Simbolon sebagai Ketua DPC PP59 Pematangsiantar dan Zulkarnain Sinaga sebagai Ketua DPC PP59 Simalungun. Acara diawali doa oleh Ustaz Aris Tarigan dan pembukaan dengan Tari Tortor Somba dari Yayasan Perguruan Sultan Agung. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintah, Forkopimda, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Ketua Panitia Monang Tarigan berharap pelantikan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat peran PP59 sebagai organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Andre Simbolon menegaskan komitmen PP59 untuk mendukung program pemerintah dan menjadi pelopor kegiatan positif di tengah masyarakat. Sementara itu, Zulkarnain Sinaga menyatakan kesiapan menjalankan program-program sosial dan kemasyarakatan serta mengajak seluruh kader terus berkontribusi bagi kepentingan masyarakat. Ketua DPW PP59 Sumut DR (HC) Minten Saragih mengajak seluruh kader menjaga etika, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan organisasi lainnya, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba. Pemerintah Kota Pematangsiantar dan Pemerintah Kabupaten Simalungun memberikan apresiasi terhadap kehadiran PP59 sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Pelantikan berlangsung aman, tertib, dan sukses, sekaligus menegaskan komitmen PP59 untuk menjadi organisasi yang humanis, profesional, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.Red/Tim)

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Pematangsiantar, Galaxy  Monitor .id   (GM )  18 Juli 2026.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Perintis 59 (PP59) Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun resmi dilantik dalam suasana khidmat di Jalan WR Supratman, Sabtu (18/7/2026).

Pelantikan dipimpin langsung Ketua DPW PP59 Sumatera Utara, DR (HC) Minten Saragih, yang melantik Andre Simbolon sebagai Ketua DPC PP59 Pematangsiantar dan Zulkarnain Sinaga sebagai Ketua DPC PP59 Simalungun.

Acara diawali doa oleh Ustaz Aris Tarigan dan pembukaan dengan Tari Tortor Somba dari Yayasan Perguruan Sultan Agung. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur pemerintah, Forkopimda, serta berbagai organisasi kemasyarakatan.

Ketua Panitia Monang Tarigan berharap pelantikan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat peran PP59 sebagai organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga:  Ketua Pengadilan Lubuk Pakam Indrawan, SH.MH menerima Kunjungan Time Bidkum Deliserdang Sehat

Dalam sambutannya, Andre Simbolon menegaskan komitmen PP59 untuk mendukung program pemerintah dan menjadi pelopor kegiatan positif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Zulkarnain Sinaga menyatakan kesiapan menjalankan program-program sosial dan kemasyarakatan serta mengajak seluruh kader terus berkontribusi bagi kepentingan masyarakat.

Ketua DPW PP59 Sumut DR (HC) Minten Saragih mengajak seluruh kader menjaga etika, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan organisasi lainnya, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Pemerintah Kota Pematangsiantar dan Pemerintah Kabupaten Simalungun memberikan apresiasi terhadap kehadiran PP59 sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Pelantikan berlangsung aman, tertib, dan sukses, sekaligus menegaskan komitmen PP59 untuk menjadi organisasi yang humanis, profesional, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat.

Baca juga:  Ribuan Orang Keracunan MBG di Bandung Barat Terungkap, Ini Penyebabnya!! Jawa Barat // Sebanyak 1.333 orang lebih menjadi korban keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ternyata keracunan ini disebabkan oleh bakteri, Senin.(30/9/25) Keracunan massal ini terjadi setelah para korban menyantap MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, hingga penghitungan Jum'at (26/9) yang lalu. Selain di Bandung Barat, sebanyak 657 orang mengalami gejala keracunan akibat mengonsumsi MBG di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Para korban keracunan pun beberapa sempat dipulangkan. Namun, ada pula korban yang datang kembali karena gejala muncul lagi. “Jadi semalam kami temukan 4 pasien KLB keracunan yang datang lagi padahal sebelumnya sudah dinyatakan membaik. Kebetulan saya kan ikut menangani langsung, jadi saya juga hafal betul wajahnya,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Lia N. Sukandar. Setelah dilakukan penanganan medis, petugas kemudian melakukan anamnesa terhadap pasien tersebut. Anamnesa atau pengumpulan informasi medis melalui wawancara dengan pasien mengemukakan fakta bahwa penyebab gejala berulang itu karena keawaman pasien dan keluarga. “Jadi setelah kita tanya, mereka makan apa di rumah karena kan kita tidak tahu. Ternyata ada yang dikasih jeruk, terus makan ayam goreng, nah apakah itu beli atau masak sendiri kan kita nggak tahu. Jadi hal-hal itu yang membuat mereka bergejala lagi,” kata Lia. Petugas Siaga Dia pun menginstruksikan semua petugas yang siaga di posko penanganan GOR Kecamatan Cipongkor serta tempat penanganan pasien KLB keracunan lainnya agar mengedukasi pasien dan keluarganya soal apa yang boleh dikonsumsi di rumah setelah dinyatakan membaik. “Jadi saya sudah wanti-wanti ke petugas agar mengedukasi pasien bahwa ketika pulang dan dinyatakan membaik itu jangan makan yang macam-macam dulu. Cukup makan bubur saja dan harus yang dimasak sendiri,” ujar Lia. Saat ini di posko penanganan GOR Kecamatan Cipongkor tersisa 12 pasien keracunan massal. Ia siaga menerima pasien baru maupun pasien dengan gejala berulang. Bakteri Jadi Penyebab Keracunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat mengungkapkan penyebab 1.333 orang ini. Ternyata penyebabnya karena bakteri Salmonella dan Bacillus cereus. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Labkesda Dinas Kesehatan Jawa Barat dr Ryan Bayusantika Ristandi menyampaikan bahwa bakteri ditemukan dari sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperiksa tim laboratorium. “Hasil pemeriksaan kami menunjukkan adanya bakteri pembusuk, yakni Salmonella dan Bacillus cereus yang berasal dari komponen karbohidrat dalam makanan,” kata Ryan. Dia menjelaskan, salah satu penyebab utama kontaminasi adalah rentang waktu penyiapan hingga penyajian makanan yang terlalu lama. Hal ini memungkinkan bakteri berkembang biak. Jika makanan disimpan pada suhu ruang lebih dari enam jam, apalagi tanpa pengontrolan suhu yang tepat, risiko tumbuhnya bakteri sangat tinggi,” ujarnya. Pentingnya Jaga Higienitas Ryan menekankan pentingnya menjaga higienitas dalam proses pengolahan makanan, mulai penggunaan air bersih hingga kebersihan petugas dapur. Dia menyarankan agar makanan disimpan pada suhu di atas 60 derajat Celsius atau di bawah 5 derajat Celsius untuk mencegah pembusukan. “Pemasak juga harus mengenakan sarung tangan, pakaian bersih, dan memastikan tidak ada terkontaminasi dari bahan lain,” tuturnya. Dinkes Jabar juga mengimbau semua pihak yang terlibat dalam program MBG untuk memperketat protokol keamanan pangan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (Red/Tim)

Team Galaxy Monitor.id ( GM )

Harus Berimbang dan Persuasif 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *