banner 728x250

*Kapolda Babel Tegaskan Perkuat Fasilitas Layanan 110 Selama Idul Fitri 1447 H* Babel MSN

*Kapolda Babel Tegaskan Perkuat Fasilitas Layanan 110 Selama Idul Fitri 1447 H* Babel MSN

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Bangka Belitung, Galaxy Monitor.id 10 Maret 2026

Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing menegaskan komitmen Polda Babel dalam memperkuat fasilitas pelayanan menjelang perayaan lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Salah satu fasilitas layanan yang diperkuat ialah layanan call center Kepolisian 110.

“Fasilitas informasi pengaduan kita ada di 110, ini kita perkuat supaya nanti ketika ada laporan dari masyarakat bisa kita terima dan kita tangani dengan cepat,”kata Viktor, Senin (9/3/26) di Mapolda.

Selain layanan 110, kata Viktor, masyarakat juga bisa melaporkan langsung ke pihak Kepolisian setempat jika membutuhkan bantuan terutama pada saat mudik lebaran.

Sehingga, pihaknya bisa segera melakukan pemetaan dan penyusunan strategi pengamanan bekerjasama dengan pengamanan internal setempat.

Baca juga:  TANGISAN JURU PARKIR IBU NURAENI BUTUH KEBIJAKAN WALIKOTA MAKASSAR ATAS RAMBU LARANGAN PARKIR

“Kita juga mengimbau masyarakat kalau meninggalkan rumah, paling tidak diketahui oleh sekitarnya. Kalau mau lapor polisi, kita akan terima, supaya kalau ada informasi yang masuk kita bisa menyusun strategi pengamanan kita melaksanakan patroli, sambang ketempat lainnya sekaligus berkordinasi dengan pengamanan internal setempat,”kata Viktor.

Tak hanya itu, Jenderal Bintang Dua Polri ini memastikan pihaknya juga akan mengantisipasi potensi kerawanan seperti kemacetan hingga laka lantas selama pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Kita juga mengantisipasi kemacetan, potensi kerawanan laka lantas dan lain-lain. Fokus kita yang jelas kaitannya dengan pengamanan arus mudik dan arus balik, memonitor di Bandara, Pelabuhan dan juga terminal,katanya
Sumber Hms Polda Babel.

Baca juga:  Capai 12.090 Penindakan, Operasi Keselamatan Toba 2026 Dorong Disiplin Pengguna Jalan Medan – Memasuki hari ke-11 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, Polda Sumatera Utara mencatat tren positif dalam upaya membangun budaya tertib berlalu lintas. Pendekatan edukatif, preventif, dan penegakan hukum berbasis teknologi terbukti berdampak signifikan terhadap penurunan pelanggaran di jalan raya. Berdasarkan data hari ke-11, Kamis (12/2/2026), jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.423 kasus. Angka ini turun 57,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.329 kasus. Penurunan ini menjadi indikator meningkatnya kepatuhan dan kesadaran masyarakat selama operasi berlangsung. Penindakan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tercatat sebanyak 334 kasus, meningkat dari 91 kasus pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan optimalisasi sistem penindakan berbasis elektronik yang lebih transparan dan akuntabel. Sementara itu, penindakan non-ETLE turun signifikan menjadi 74 kasus dari sebelumnya 975 kasus. Teguran kepada pelanggar juga turun menjadi 983 dari 2.263 pada tahun lalu. Petugas juga melakukan penindakan terhadap 5 kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel) tanpa izin serta 27 kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya. Secara kumulatif sejak hari pertama hingga hari ke-11, total penindakan mencapai 12.090 tindakan, terdiri dari 2.026 tilang ETLE, 678 non-ETLE, 9.248 teguran, 22 penindakan travel ilegal, dan 116 penindakan terhadap kendaraan ODOL. Kabid Humas Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari masifnya kegiatan edukasi, penyuluhan, kampanye keselamatan, serta kehadiran personel di titik rawan pelanggaran dan kecelakaan. “Operasi ini tidak semata-mata soal penindakan, tetapi bagaimana membangun kesadaran kolektif masyarakat. Data hari ke-10 menunjukkan tren yang sangat positif. Penurunan pelanggaran hingga lebih dari 57 persen menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dan edukatif mulai membuahkan hasil,” ujarnya. Ia menambahkan, peningkatan penggunaan ETLE merupakan bagian dari transformasi penegakan hukum yang modern dan presisi. “Kami mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, tetapi kebutuhan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” tegasnya. Dengan capaian hingga hari ke-10 ini, Operasi Keselamatan Toba 2026 menunjukkan arah yang konstruktif, di mana edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum berjalan seimbang demi menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Sumatera Utara.

Team Galaxy Monitor.id ( GM )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *