banner 728x250

Hauling di Jalan Umum, Warga Sikui Uji Ketegasan Bupati dan DPRD

Hauling di Jalan Umum, Warga Sikui Uji Ketegasan Bupati dan DPRD

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Barito Utara, Galaxy Monitor.id 19 Pebruari 2026.

Gelombang kekecewaan datang dari warga Desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Mereka menilai Pemerintah Kabupaten Barito Utara belum menunjukkan langkah tegas terkait aktivitas angkutan batu bara (hauling) yang diduga masih melintasi jalan raya/jalan umum lintas provinsi Banjarmasin–Muara Teweh.

Sorotan tajam kini diarahkan kepada Bupati Barito Utara, Shalahuddin, ST., M.T., serta Ketua DPRD Barito Utara, Hj. Mery Rukaini, S.IP., M.AP., yang dinilai masyarakat memiliki kewenangan dan tanggung jawab moral untuk memastikan kepentingan publik tidak dikalahkan oleh aktivitas industri.

Aktivitas hauling tersebut disebut-sebut melibatkan sejumlah perusahaan, yakni PT Mega Multi Energi (MME), PT BBN, PT Batara Perkasa, dan PT Arta Usaha Bahagia (AUB). Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan penggunaan jalan umum untuk angkutan batu bara tersebut.

Warga menyebutkan, truk roda enam pengangkut batu bara melintasi jalan umum dari Desa Sikui hingga Desa Hajak KM 18, dengan jarak kurang lebih 28 kilometer. Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Baca juga:  Media Online Galaxy Monitor.id (GM) Program MBG dan SPPG untuk Anak Bangsa Harus Berjalan Sesuai SOP dan Anggaran

Selain debu dan dugaan percepatan kerusakan jalan, warga juga mengaku khawatir terhadap aspek keselamatan pengguna jalan. Desa Sikui sendiri dikenal sebagai desa binaan PT Astra Byna, sehingga masyarakat berharap ada perhatian serius terhadap dampak lingkungan dan sosial yang dirasakan.

Hendri Won TK, warga Desa Sikui KM 29, menyampaikan kritik terbuka kepada kepala daerah dan pimpinan legislatif setempat.

“Kami meminta kepada Bupati Barito Utara, Bapak Shalahuddin, beserta jajaran, dan Ketua DPRD Barito Utara, Ibu Hj. Mery Rukaini, serta Ketua Komisi III DPRD agar segera turun tangan menghentikan aktivitas hauling batu bara di jalan umum lintas provinsi dari Desa Sikui sampai Desa Hajak KM 18,” ujarnya.

Menurut Hendri, masyarakat tidak anti investasi, namun pemerintah daerah harus memastikan bahwa setiap aktivitas usaha berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan warga.

“Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan. Kami mohon persoalan ini jangan berlarut-larut tanpa kejelasan. Jika memang ada aturan yang melarang hauling di jalan umum, maka harus ditegakkan. Jika diperbolehkan, jelaskan secara terbuka kepada masyarakat dasar hukumnya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi kritik langsung yang dinilai “menampar” kepemimpinan daerah, sekaligus menguji komitmen eksekutif dan legislatif dalam melindungi kepentingan publik. Warga menilai Bupati dan DPRD memiliki fungsi pengawasan serta kewenangan koordinatif dengan instansi teknis dan aparat penegak hukum untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Baca juga:  Capai 12.090 Penindakan, Operasi Keselamatan Toba 2026 Dorong Disiplin Pengguna Jalan Medan – Memasuki hari ke-11 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, Polda Sumatera Utara mencatat tren positif dalam upaya membangun budaya tertib berlalu lintas. Pendekatan edukatif, preventif, dan penegakan hukum berbasis teknologi terbukti berdampak signifikan terhadap penurunan pelanggaran di jalan raya. Berdasarkan data hari ke-11, Kamis (12/2/2026), jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.423 kasus. Angka ini turun 57,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.329 kasus. Penurunan ini menjadi indikator meningkatnya kepatuhan dan kesadaran masyarakat selama operasi berlangsung. Penindakan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tercatat sebanyak 334 kasus, meningkat dari 91 kasus pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan optimalisasi sistem penindakan berbasis elektronik yang lebih transparan dan akuntabel. Sementara itu, penindakan non-ETLE turun signifikan menjadi 74 kasus dari sebelumnya 975 kasus. Teguran kepada pelanggar juga turun menjadi 983 dari 2.263 pada tahun lalu. Petugas juga melakukan penindakan terhadap 5 kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel) tanpa izin serta 27 kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya. Secara kumulatif sejak hari pertama hingga hari ke-11, total penindakan mencapai 12.090 tindakan, terdiri dari 2.026 tilang ETLE, 678 non-ETLE, 9.248 teguran, 22 penindakan travel ilegal, dan 116 penindakan terhadap kendaraan ODOL. Kabid Humas Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari masifnya kegiatan edukasi, penyuluhan, kampanye keselamatan, serta kehadiran personel di titik rawan pelanggaran dan kecelakaan. “Operasi ini tidak semata-mata soal penindakan, tetapi bagaimana membangun kesadaran kolektif masyarakat. Data hari ke-10 menunjukkan tren yang sangat positif. Penurunan pelanggaran hingga lebih dari 57 persen menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dan edukatif mulai membuahkan hasil,” ujarnya. Ia menambahkan, peningkatan penggunaan ETLE merupakan bagian dari transformasi penegakan hukum yang modern dan presisi. “Kami mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, tetapi kebutuhan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” tegasnya. Dengan capaian hingga hari ke-10 ini, Operasi Keselamatan Toba 2026 menunjukkan arah yang konstruktif, di mana edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum berjalan seimbang demi menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Sumatera Utara.

Masyarakat Desa Sikui menegaskan bahwa tuntutan mereka murni demi keselamatan, kenyamanan, dan kepastian hukum. Mereka meminta transparansi, pengawasan, serta tindakan konkret dari Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Bupati Barito Utara, Ketua DPRD Barito Utara, maupun perusahaan-perusahaan yang disebutkan belum memberikan tanggapan resmi terkait aspirasi dan kritik warga tersebut.(Red/Tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *