banner 728x250

Polri Lepas 22 Kontainer Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

Polri Lepas 22 Kontainer Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Medan, Galaxy Monitor.id 14 Pebruari 2026.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya dengan melepas 22 kontainer bantuan untuk masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tersebut telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta ratusan ribu warga terdampak dan mengungsi. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan pemulihan.

Sebagai bentuk respons cepat dan empati terhadap masyarakat, Polri menyalurkan bantuan logistik yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Logistik diberangkatkan secara bertahap dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Kota Medan dan Kota Bireuen, dengan total 22 kontainer—10 kontainer untuk Sumatera Utara dan 12 kontainer untuk Aceh.

Pada Sabtu, 14 Februari 2026, Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama Siti Hediati Hariyadi selaku Ketua Komisi IV DPR RI, didampingi jajaran pejabat utama Polri, Kapolda Sumut, serta Gubernur Sumatera Utara, secara resmi melepas bantuan kemanusiaan bertajuk “Polri untuk Masyarakat” dari Kota Medan.

Dalam keterangannya, Kapolri menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan mendesak para pengungsi, mulai dari makanan siap saji, bahan pangan, pakaian, obat-obatan, hingga perlengkapan dasar lainnya.

“Kurang lebih 40 ribu masyarakat akan menerima manfaat dari bantuan ini. Harapan kita, ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk terus memedulikan masyarakat yang masih terdampak bencana. Ini juga merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat yang tertimpa musibah tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan,” ujar Kapolri.

Sementara itu, Titiek Soeharto menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polri dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak. Ia juga mengapresiasi peresmian jembatan di Sumatera Barat yang sebelumnya terdampak bencana sehingga kini kembali menghubungkan akses masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Polri. Dengan tersambungnya kembali akses yang sebelumnya terputus, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lancar dan perekonomian daerah dapat kembali tumbuh,” ungkapnya.

Baca juga:  Sidang Putusan Kode Etik Peradi, Herman SH Tidak Bisa Beracara Selama 3 Bulan dan Denda 5 Juta Medan // Sidang Putusan kode etik Penasehat Hukum (PH) atas Saudara Herman SH, yang diadakan di Gedung Peradi Jalan Sei Rokan berlangsung singkat, Medan, pada Jum'at (30/1/26) Agenda hari ini memutuskan dari para pihak pengadu. Hadir dalam sidang tersebut pengadu bernama Refi Yulianto dan Ir. Ariyanto, namun tidak dihadiri oleh Saudara Herman SH selaku teradu. Dalam agenda acara sidang, telah diambil keputusan oleh Hakim bahwa saudara Herman dijatuhkan sanksi selama tiga (3) bulan tidak bisa beracara dan dikenakan denda administrasi sebesar Rp 5 Juta. Lebih lanjut, Persidangan teradu yang tidak hadir yang mana teradu hanya terkesan pasrah menerima hasil putusan, dan dalam tempo 21 hari kedepan surat keputusan hasil sidang pada hari ini akan diterbitkan. Saat dikonfirmasi oleh wartawan dari pihak pengadu, Refi Yulianto SH, merasa bahwa sidang putusan ini merupakan hal yang sudah seharusnya terjadi, dan cukup memuaskan karena mengingat fakta keterangan yang nyata. Dengan harapan bahwa sidang kode etik ini dapat menjadi pelajaran bagi para Penasehat Hukum Peradi yang menyalahgunakan kewenangannya kepada kliennya masing-masing.(Red/Tim)

Seluruh logistik disimpan di gudang Kota Medan dan Kota Bireuen sebelum didistribusikan ke titik-titik pengungsian sesuai kebutuhan. Dari Kota Bireuen, bantuan akan menjangkau sejumlah kabupaten di Aceh seperti Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Tengah, Pidie, Pidie Jaya, Gayo Lues, dan Bener Meriah.

Penyaluran dilakukan secara terkoordinasi dan akuntabel, melibatkan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta relawan. Kehadiran Polri tidak hanya dalam bentuk bantuan logistik, tetapi juga memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

Langkah ini menegaskan bahwa Polri hadir cepat saat masyarakat membutuhkan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik melalui kerja nyata di lapangan. Semangat kemanusiaan yang diusung dalam gerakan “Polri untuk Masyarakat” menjadi cerminan transformasi Polri yang Presisi dan berorientasi pelayanan.

Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, bantuan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan secara bertahap dan berkelanjutan.( Team )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *