
Cibubur , Galaxy Monitor id ( GM ) 16 Maret. 2026.
Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhum Irjenpol (P) Drs Edward Aritonang MM. Malam yang hening di Komplek Perumahan Raffles Hill Blok F5 No. 7, Cibubur, Sabtu (14/03/2026), menjadi saksi kedatangan sejumlah pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Salah satu yang hadir adalah Sabam Rajagukguk, anggota DPR RI Komisi I dari Fraksi Gerindra. Dengan wajah penuh haru, Sabam datang langsung ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Di hadapan jenazah almarhum, Sabam terlihat berdiri dengan tangan terlipat, memanjatkan doa. Suasana hening menyelimuti ruangan. Tubuh kaku almarhum Irjenpol (P) Edward Aritonang terbaring tenang, dikelilingi keluarga dan kerabat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Bagi Sabam Rajagukguk, sosok almarhum bukan sekadar tokoh yang ia kenal. Ia adalah bagian dari keluarga besar Toga Aritonang dan figur yang sangat dihormati dalam perjalanan hidupnya.
Sabam mengenang almarhum sebagai sosok bapak yang sering ia temui, baik di Jakarta maupun pada masa sebelum Pemilihan Legislatif. Salah satu pertemuan yang paling ia ingat terjadi di Hotel Noah, ketika almarhum memberikan banyak nasihat dan motivasi tentang kehidupan.
Baca juga: *_Press Release_* *Rapat Penyelesaian Konflik Agraria, Wamen Viva Yoga: Sinergi Pemerintah dan DPR Untuk Menuntaskan Sengketa Lahan* “Sinergi antara DPR dan Pemerintah penting agar penyelesaian sengketa lahan bisa segera tuntas”, ujar Wakil Menteri Transmigasi Viva Yoga Mauladi selepas mengikuti Rapat Panitia Khusus (Pansus) Penyelesaian Konflik Agraria DPR. Rapat yang digelar di Ruang Komisi V, Gedung Nusantara, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, 21/1/2026, yang dihadiri oleh anggota Pansus dari semua fraksi DPR itu dipimpin oleh Koordinator Pansus, Saan Mustopa, dan Ketua Harian Pansus, Siti Hediati Soeharto. Dari Pemerintah, hadir dalam rapat itu Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri Desa dan Pembanguanan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Lebih lanjut Viva Yoga menuturkan dalam rapat Saan Mustopa meminta kepada masing-masing kementerian untuk menyampaikan masalah terkait tumpang-tindih lahan di kawasan hutan. Saat ini ada ribuan desa dalam kategori tertinggal dan terbelakang karena masuk dalam kawasan hutan sehingga segala akses untuk kebutuhan desa dan penduduknya menjadi terbatas, seperti kesulitan membangun infrastruktur. Masalah tumpang-tindih lahan di kawasan hutan, tidak hanya menimpa desa, ada ribuan bidang lahan di kawasan transmigrasi juga mengalami hal yang demikian. Menurut Viva Yoga masalah ini harus segera dituntaskan agar adanya kepastian hukum terkait kepemilikan lahan dan tidak terhambatnya roda pembangunan di sana. Diungkap ada 17.655 bidang tanah transmigrasi berada di kawasan hutan. Dari bidang tanah di kawasan hutan, 4.356 bidang sudah dilepaskan dari status kawasan hutan, 593 bidang proses pelepasan, 9.107 bidang diselesaikan melalui perhutanan sosial, dan 917 bidang dipertimbangkan untuk pelepasan. Selain penyelesaian melalui mekanisme di atas, ada lahan seluas 2.682 bidang yang perlu diinvetarisasi dan verifikasi lapangan. “Yang belum tuntas kebijakannya akan diselesaikan melalui Pansus ini”, ujarnya. Viva Yoga optimis tumpang-tindih lahan di kawasan transmigrasi bisa segera tuntas. Dirinya optimis sebab dalam rapat tersebut Pansus Penyelesaian Konflik Agraria DPR memberi dukungan agar kementerian terkait untuk secara bersama memetakan objek reforma agraria yang berada di dalam kawasan hutan dan di luar kawasan hutan. “Adanya dukungan dari Pansus kepada Pemerintah untuk mempercepat pembuatan kebijakan Satu Peta (One Map Policy)”, ujar mantan Anggota Komsi IV DPR dua periode itu. Dikatakan, Pansus meminta kepada kementerian terkait agar mengoptimalkan kerja sama yang sudah berjalan dan berkomitmen untuk bersinergi dalam pembangunan.
“Bapatua ku ini saya anggap sebagai mentor dalam hidup saya,” ujar Sabam dengan suara yang sarat emosi.
Menurutnya, meskipun telah purna tugas dari kepolisian, almarhum tetap menunjukkan semangat hidup yang luar biasa. Ia tidak pernah berhenti memberi contoh kepada generasi muda untuk tetap kuat menghadapi kehidupan.
Sabam mengatakan, almarhum selalu mengingatkan agar tidak pernah menyerah pada keadaan. Sikap tegas yang dimiliki almarhum selalu dibarengi dengan kelembutan saat memberikan arahan dan nasihat.
“Beliau sosok yang tegas, namun tetap lembut dalam memberikan arahan maupun nasehat,” ungkap Sabam.
Kepergian Irjenpol (P) Drs Edward Aritonang MM meninggalkan kesan mendalam bagi orang-orang yang pernah mengenalnya. Tidak hanya sebagai figur yang dihormati, tetapi juga sebagai sosok yang selalu memberi semangat dan motivasi kepada banyak orang di sekitarnya.
Bagi Sabam Rajagukguk dan keluarga besar, kehilangan ini terasa sangat berat. Sosok yang selama ini menjadi tempat bertanya dan menerima nasihat kini telah berpulang.
Namun, kenangan tentang ketegasan, kebijaksanaan, dan semangat hidup almarhum akan tetap hidup dalam ingatan mereka yang pernah merasakan bimbingannya.
Duka itu mungkin tak terucap sepenuhnya, tetapi doa-doa yang dipanjatkan malam itu menjadi bukti bahwa sosok Irjenpol (P) Drs Edward Aritonang MM meninggalkan jejak yang dalam di hati banyak orang.
TEAM GALAXY MONITOR.ID ( GM ) TURUT BERDUKACITA
.