banner 728x250

Fasilitasi Kurikulum Berbasis Pengembangan Ekonomi Lokal, BAZNAS-Pelindo Laksanakan FGD

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

MEDAN , Galaxy Monitor ,Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Medan bekerja sama dengan PT. Pelindo Regional I Belawan melaksanakan kegiatan FGD Fasilitasi Kurikulum Berbasis Pengembangan Ekonomi Lokal pada SMK Perikanan Samudera Mikail Kampung Nelayan
Seberang.

“Kegiatan fasilitasi kurikulum ini merupakan salah satu komponen bantuan pendidikan untuk program penguatan sekolah berbasis sumber daya lokal sebagai episentrum pemberdayaan masyarakat di wilayah Kampung Nelayan Seberang,” terang Eko Marhaendy, Sekretaris BAZNAS Kota Medan, yang berperan menjadi fasilitator FGD.

“FGD ini merupakan langkah awal dari upaya kami mengumpulkan sasaran dan gagasan dari para stakeholder yang terlibat sebagai partisipan untutuk dirumuskan sebagai kurikulum muatan lokal yang dapat diterapkan pada SMK Samudera Mikail selaku penerima manfaat” tambahnya.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kota Medan ini (30/10/2025), Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Drs. H. Azwar, S. M.Si., mewakili Ketua BAZNAS Kota Medan, menyampaikan rasa terima kasih kepada PT.
Pelindo Regional I Belawan karena telah bersedia bekerja sama dalam penyaluran Dana CSR melalui program yang dirumuskan BAZNAS Kota Medan.

“Titip salam dari Ketua BAZNAS Kota Medan yang saat ini sedang dalam masa pemulihan dari kondisi sakit kepada kita semua yang hadir di sini. Beliau mengharapkan kegiatan ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi kita semua yang hadir di sini” ucapnya dalam sambutan pembuka kegiatan.

Baca juga: 

“Kegiatan ini dapat terselenggara atas kerja sama PT. Pelindo Regional I Belawan melalui dana CSR-nya, juga partisipasi pembiayaan dari BAZNAS Kota Medan” terang Azwar.

Azwar juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu dari beberapa kegiatan lain yang dilaksanakan untuk mengawali Program Penguatan Sekolah Berbasis Sumber Daya Lokal sebagai Episentrum Pemberayaan Masyarakat di Wilayah Kampung Nelayan
Seberang. Beberapa kegiatan lainnya yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat, antara lain: Dukungan Laboratorium, Beasiswa Peserta Didik, dan Stimulus Honor Tenaga Didik.

Pada kesempatan yang sama, mewakili PT. Pelindo Regional I Belawan, Kepala Divisi Regional Pelayanan SDM dan Umum, Basri Alam, menyampaikan respon positifnya terhadap kegiatan kerja sama ini.

“PT. Pelindo pada prinsipnya akan terus mendukung kegiatan-kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat yang memiliki dampak berkelanjutan” ucapnya dalam sambutan.

Kegiatan FGD ini menghadirkan tiga orang narasumber sebagai pemantik diskusi. Rahmat Jamil S.Ag, M.Pd spesiik membahas mengenai perancangan kurikulum; dari sisi pengelolaan potensi lokal di bidang industri kuliner disampaikan oleh Dosen Tata Boga Unimed, Prof. Dr. Erli Mutiara, M.Si; dan dari sisi pengalaman ekonomi kreatif disampaikan oleh Asesor Wirausahawan, Armita Rahmadiah Pasaribu, S.T.

Baca juga:  Ekonomi Stabil Pengaruhi Situasi Kamtibmas Ekonomi Yang Baik Di Sumut Harus Kolaborasi Antarinstansi Ekonomi Daerah Yang Kuat, Prasyarat Stabilitas Kamtibmas Jangka Panjang *Medan,-* Akademisi Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU), Arif Qaedy Hutagalung, SE, M.Si, stabilitas ekonomi mempengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ekonomi di Sumut harus bagus dengan jalan kolaborasi dan sinergi antarinstasi baik itu Pemda, pihak keamanan, akademisi dan para pelaku usaha. "Kalau keamanan berantakan ekonominya juga berantakan. Ekonomi yang bagus bakal menghadirkan stabilitas sosial,"jelas Arif Qaedy di sela-sela Forum Diskusi bertema Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Inflasi Daerah, Sektor Usaha Riil/Kewirausahaan dan Situasi Kamtibmas Di Sumatera Utara, Jumat (6/2) di Medan. Dalam Forum diskusi yang dihadiri sekitar 75 peserta yang berasal dari mahasiswa USU dan pelaku UMKM Kota Medan yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI) ini juga menghadirkan Pembicara lainnya yakni, Kepala BPS Sumut, Asim Saputra. Dalam pemaparannya, Arif Qaedy menyampaikan, menjaga stabilitas ekonomi daerah tidak cukup dengan pengendalian harga, tapi membutuhkan penguatan struktur usaha lokal agar masyarakat tetap produktif dan resilien. "Ekonomi daerah yang kuat adalah prasyarat stabilitas sosial dan keamanan jangka panjang,"jelasnya. Keterkaitan ekonomi dengan keamanan, kata Arif, dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi lokal yang berbanding lurus dengan stabilitas Kamtibmas. Lemahnya sektor usaha mikro dapat berdampak pada meningkatnya kerawanan sosial. Arif juga menyampaikan, beberapa penyebab potensi gangguan stabilitas gangguan sosial antara lain, tekanan ekonomi berkepanjangan yang dapat memicu, konflik sosial skala kecil, peningkatan kriminalitas ekonomi dan ketegangan di kawasan urban padat penduduk. Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Asim Saputra menyampaikan, keamanan dan ketertiban masyarakat harus dijaga karena penting untuk menjaga suplai, produksi industri agar pengolahan berjalan dengan lancar. Salah satu tantangan iklim usaha di Sumut masih banyak (tinggi) biaya produksi dan ini jadi hal yang tidak menarik bagi pengusaha. "Inflasi bisa kita jaga ketika ekonomi kita kondusif. Untuk menjaga ekonomi kondusif tidak ada pelaku usaha yang mengambil kesempatan ketika situasi ekonomi sedang tidak baik,"jelasnya. Asim menambahkan, pascabenca Sumatera, kita mengalami kendala distribusi barang. Untuk Nias inflasi sampai 10 persen. Tapi bulan ini (Februari) kita mengalami deflasi cukup dalam sekitar 0, 75 persen. "Ini membuktikan upaya pemerintah untuk memasok komoditas yang dibutuhkan masyarakat khususnya di Kepualana Nias sudah berjalan normal,"tukasnya. *(Tim)*

Kegiatan FGD yang dimulai pada pukul 09.00-15.30 WIB ini melibatkan partisipan dari berbagai pemangku kepentingan. Selain utusan dari PT. Pelindo Regional I Belawan; hadir juga utusan SMK Perikanan Samudera Mikail selaku penerima manfaat; utusan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara; utusan LSM Pendidikan; serta Utusan ormas Islam yang konsen pada dunia pendidikan seperti Al Washliyah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *