
MEDAN DELI | Galaxy Monitor 23 September 2025 Tempat Peleburan Besi Baja (TANUR) milik PT. GROWTH SUMATERA, Jalan K.L Yos Sudarso tempatnya pas depan simpang KIM 1 Kecamatan Medan Deli, Meledak pada Hari Selasa Sore (23/9/2025) lalu yang mengakibatkan 3 Orang Pekerjanya teluka Bakar Serius akibat terkena tumpahan Cairan Besi Baja.
Ledakan Tanur tersebut sempat mengeluarkan Api dan membakar disekitar lokasi ledakan, untungnya Api dapat dipadamkan dengan cara menggunakan tabung pemadam kebakaran (Fire Extinguisher) Racun Api milik perusahaan.
Awak Media mencoba meminta keterangan dari pihak PT. GROWTH SUMATERA terkait kejadian meledaknya Tanur tersebut, namun sayangnya terhalang oleh Petugas Satpam.
“Tadi dari Kepolisian sudah datang untuk meminta keterangan Bang, dan mereka sudah keluar, kalau Humas atau Managernya tidak ada di tempat Bang” jelas Satpam PT. GROWTH SUMATERA.
Salah satu Warga yang ada di Kantor Lurah Kota Bangun yang bersebelahan dengan Pabrik PT. GROWTH SUMATERA tersebut membenarkan adanya Suara Ledakan, namun tidak tahu betul suara ledakan tersebut itu apa.
Baca juga: Diduga Ada Pembiaran, Sekjen SIP Soroti Perambahan Hutan di Labura Medan,– Sekretaris Jenderal Satgas Inti Prabowo (SIP), Edison Marbun, mengecam keras dugaan praktik perambahan hutan yang terjadi di Desa Lobu Huala dan Desa Hasang, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara. Senin, 26 Januari 2026 Edison menyatakan keprihatinan mendalam karena dugaan perambahan tersebut terjadi di tengah kondisi Sumatera Utara yang baru saja dilanda bencana banjir dan tanah longsor. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai rasa kemanusiaan dan akal sehat masyarakat. “Perambahan hutan di saat masyarakat masih berjuang menghadapi dampak bencana adalah tindakan yang sangat tidak berperikemanusiaan dan di luar nalar,” tegas Edison Marbun. Ia menilai lemahnya pengawasan menjadi faktor utama maraknya perambahan hutan, sehingga Pemerintah Pusat perlu turun tangan langsung dan mengevaluasi pejabat terkait yang memiliki kewenangan pengawasan kawasan hutan. Edison juga mengungkapkan titik koordinat lokasi yang diduga menjadi area perambahan, yakni Latitude 2.368518 dan Longitude 99.542787, yang menurut laporan masih berlangsung aktivitas di lokasi tersebut hingga saat ini. Lebih lanjut, Edison menduga adanya oknum pejabat yang melakukan pembiaran, sehingga praktik perambahan hutan terus terjadi tanpa penindakan serius. “Kami menduga ada pembiaran yang disengaja. Karena itu, kami mendesak Kepolisian dan TNI untuk segera melakukan investigasi menyeluruh dan menangkap seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya. Secara tegas, Edison Marbun meminta dan memohon kepada Kejaksaan Agung RI, Panglima TNI, Kapolri, Menteri Kehutanan, serta Menteri Lingkungan Hidup untuk segera mengambil langkah hukum tegas terhadap dugaan perambahan hutan tersebut. Ia menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto tidak pernah mentolerir praktik perusakan hutan dalam bentuk apa pun, terlebih di saat rakyat sedang menghadapi bencana alam. “Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Edison Marbun. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen dengan menurunkan alat berat di lokasi tersebut, terkait dugaan perambahan, terus diupayakan untuk di konfirmasi guna mengali informasi lebih lanjut.(Red/Tim)
“kami sempat terkejut , terdengar suara ledakannya cukup keras itu Bang, cuma kami tidak tahu kalau yang meledak itu Tanur atau apa, tapi yang jelas kami mendengar ada suara ledakan tersebut dari PT. GROWTH SUMATERA” kata salah satu Warga yang namanya tidak mau disebutkan.
Akibat Ledakan itu Cairan Besi Panas yang menyembur keluar mengenai 3 Orang Pekerja dan menghalami Luka Bakar serius di larikan ke Rumah Sakit Eshmun di jalan Marelan Raya.
3 Orang Pekerja yang menjadi Korban Ledakan Tanur PT. GROWTH SUMATERA tersebut adalah 1. Dimas (Kepala Produksi), 2. Korea Sitorus dan ke 3. Andre Fahruza (35) Warga Jalan K.L. Yos Sudarso KM. 9,2 Lingkungan 1 Kelurahan Mabar, ini yang memgalami luka bakar yang cukup parah.
Ketiga Korban Ledakan Tanur PT.GROWTH SUMATERA tersebut semalam cepat memdapat penanganan pihak IGD Rumah Sakit Eshmun Medan Marelan.
Hingga saat ini Pihak PT. GROWTH SUMATERA masih terus menutupi kejadian Meledaknya Tanur tersebut, sementara pihak Rumah Sakit dan pihak Kepolisian telah membenarkan adanya 3 Orang Pekerja yang menjadi Korban terkena tumpahan Cairan Besi Baja akibat dari Ledakan Tanur milik PT. GROTH SUMATERA tersebut.Team/Red