banner 728x250

22 Unit Knalpot Brong Diamankan Polres Samosir, Razia Digelar Hingga Minggu Dini Hari

22 Unit Knalpot Brong Diamankan Polres Samosir, Razia Digelar Hingga Minggu Dini Hari

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

SAMOSIR –. Galaxy Monitor id  02 Pebruari. 2026 .

Polres Samosir mengamankan sebanyak 22 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong dalam kegiatan razia gabungan TNI–Polri yang digelar hingga Minggu dini hari, 1 Februari 2026.

Kegiatan diawali dengan apel gabungan pada Sabtu, 31 Januari 2026 sekitar pukul 17.45 WIB di halaman apel Mako Polres Samosir. Apel tersebut dilaksanakan dalam rangka kesiapan razia knalpot brong di wilayah hukum Polres Samosir.

Razia dipimpin oleh Wakapolres Samosir Kompol Briston A. M. Napitupulu, S.T., S.I.K., sementara apel arahan dan pengecekan personel dipimpin Kabag Ops Polres Samosir Kompol Eduar, S.H.

Apel kesiapan dihadiri sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya Kasat Lantas Polres Samosir, Ps. Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Samapta, Danramil 03 Pangururan Kapten Inf. Ediyanto Simangunsong, Kasi Propam, Kanit Regident Sat Lantas, personel Koramil 03 Pangururan, personel Polres Samosir, serta Ketua FKTM Kabupaten Samosir, Obin Naibaho.

Dalam arahannya, Kabag Ops Polres Samosir menegaskan bahwa razia dilakukan menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait maraknya penggunaan knalpot brong dan aksi balap liar yang mengganggu kenyamanan serta ketertiban umum. Razia difokuskan pada kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, dengan pemeriksaan dilakukan secara selektif dan humanis.
“Penertiban ini bertujuan menekan pelanggaran lalu lintas yang menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan masyarakat, serta berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan,” ujar Kompol Eduar dalam arahannya.

Baca juga:  Akses Warga Terancam, Brimob Sumut Lakukan Pengecekan Jembatan Gantung di Tukka Tapanuli Tengah — Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan pengecekan kondisi jembatan gantung yang mengalami kerusakan di Desa Aek Tolang Induk, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus menilai aspek keselamatan bagi masyarakat yang selama ini menggunakan akses tersebut. Pengecekan lapangan dilakukan oleh personel SAR Batalyon A Pelopor di bawah koordinasi AKP Ridwan, personel melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur jembatan guna memperoleh data yang akurat sebagai bahan evaluasi dan dasar penentuan langkah penanganan selanjutnya. Komandan Batalyon A Pelopor Kompol Mukhtar I. Kadoli menyampaikan bahwa pengecekan ini merupakan bentuk kepedulian Brimob terhadap keselamatan masyarakat, khususnya terkait akses penghubung antarwilayah yang memiliki peran penting dalam aktivitas sehari-hari warga. “Jembatan ini menjadi sarana vital bagi masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan secara langsung agar dapat diketahui kondisi riil di lapangan dan langkah penanganan yang tepat dapat segera disiapkan,” ujarnya. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Kehadiran personel Brimob di lokasi juga mendapat perhatian positif dari masyarakat setempat yang berharap adanya tindak lanjut perbaikan demi kelancaran dan keamanan aktivitas warga.

Razia dilaksanakan dengan metode hunting di sejumlah titik, antara lain Bundaran Hotel Wisata, Jalan S.M. Raja Kecamatan Pangururan, Jalan Danau Toba Kecamatan Pangururan, Jembatan Tano Ponggol, serta beberapa ruas jalan raya di Kecamatan Pangururan.
Dari hasil razia, personel Sat Lantas Polres Samosir memberikan teguran tertulis kepada 22 pengendara sepeda motor yang kedapatan menggunakan knalpot brong.

Kendaraan yang terjaring berasal dari berbagai jenis dan merek, baik yang menggunakan nomor polisi maupun tanpa plat kendaraan. Sekitar pukul 01.00 WIB, kegiatan razia dinyatakan selesai dan berlangsung aman serta kondusif.

Selanjutnya, pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Kabag Ops Polres Samosir menyampaikan bahwa seluruh kendaraan yang diamankan dibawa ke Mako Polres Samosir.
“Secara keseluruhan, kendaraan yang diamankan sebanyak 22 unit sepeda motor. Para pengendara diberikan surat teguran dan imbauan, serta diberikan kesempatan menukar knalpot brong dengan knalpot standar. Hingga Minggu pagi, seluruh kendaraan telah dikembalikan kepada pemiliknya setelah memenuhi persyaratan, yakni mengganti knalpot ke standar dan melengkapi surat-surat kendaraan,” jelas Kompol Eduar.

Ia menambahkan, razia knalpot brong ini juga merupakan bagian dari langkah awal kesiapan Polres Samosir dalam menghadapi pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang akan segera digelar.

Baca juga: 

Menutup keterangannya, Kabag Ops Polres Samosir mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berada di Kabupaten Samosir agar tidak ragu melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). “Apabila mengetahui atau mengalami gangguan kamtibmas, silakan menghubungi layanan kepolisian di nomor 110 agar dapat segera kami tindaklanjuti demi kenyamanan bersama,” pungkasnya.( Red )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *