
MEDAN, Galaxy Monitor.id ( GM ) 17 September 2026.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 turut menghadiri upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 yang diperingati pada 17 September 2026. Upacara tersebut dilaksanakan di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar Ps. V, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Peringatan Harhubnas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung kemajuan sektor transportasi, konektivitas nasional, serta kelancaran mobilitas dan distribusi logistik.
Mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan yang Lebih Baik”, peringatan Harhubnas tahun ini mencerminkan pentingnya konektivitas transportasi dalam mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Manajer Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, mengatakan bahwa momentum Hari Perhubungan Nasional menjadi kesempatan untuk terus memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan konektivitas dan pelayanan transportasi.
“Harhubnas menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Pelindo Regional 1 berkomitmen mendukung konektivitas nasional melalui layanan kepelabuhanan yang semakin baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian,” ujar Fadillah Haryono.
Sebagai bagian dari ekosistem transportasi nasional, Pelindo Regional 1 terus mendukung terciptanya layanan kepelabuhanan yang aman, efektif, dan terintegrasi. Keterhubungan antara pelabuhan dengan berbagai moda transportasi menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendukung efisiensi rantai logistik.
Melalui peringatan Harhubnas 2026, Pelindo Regional 1 turut mendorong semangat kolaborasi dalam mewujudkan sistem transportasi yang semakin terintegrasi, memperkuat konektivitas, serta mendukung kelancaran arus logistik menuju Indonesia yang semakin maju dan terhubung.
Baca juga: Tak Ada Perlawanan dan Tidak Berdasar, Penggugat Elman Simangunsong Cabut Gugatannya di PN Medan MEDAN // Kornelius Tarigan dan Penasehat Hukumnya membaca hasil penetapan perkara Perdata nomor: 571/Pdt.G/2025/PN.Mdn oleh Ketua Majelis Hakim dan Anggota di sistem Ecourt Pengadilan Negeri Medan, pada Selasa.(14/10/25) Hasil penetapan perkara perdata register perkara nomor: 571/Pdt.G/2025/PN.Mdn yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Frans Manurung, Hakim Anggota Vera Yetti Magdalena SH MH, dan Lenny Megawati Napitupulu SH MH, disampaikan dalam persidangan bahwa menetapkan dan memerintahkan kepada Panitera PN Medan Linda Mora Hasibuan SH, agar mencoret perkara gugatan perdata tersebut. Dan juga Majelis Hakim memerintahkan secara langsung kepada penggugat agar membayar biaya perkara sebesar Rp1.100.300,00 ( Satu Juta Seratus Ribu Tiga Ratus Rupiah ). Refi Yulianto S.H., selaku kuasa hukum Kornelius Tarigan usai sidang menyampaikan kepada awak media bahwa, "Kalau begini ceritanya, sama artinya Saudara Elman Mengaku Kalah Sebelum Berperang, belum apa-apa kok sudah Mencabut Gugatannya. Hal ini patut diduga Karena Tidak Memiliki bukti atas dasar Gugatannya yang sangat tidak masuk akal", tegasnya. Sengketa tersebut diberitakan sebelumnya, terkait komisi jual beli tanah kebun sawit yang terletak , Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) seluas 460 Hektar. Dimana awalnya penggugat Elman Simangunsong sempat meminta ganti rugi sebesar Rp1,3 miliar, namun angka tersebut sempat berubah menjadi Rp700 juta kemudian jadi Rp300 juta, dan sekarang semakin aneh saja gugatan pun telah dicabut. Sehingga Pengadilan Negeri Medan dengan register perkara perdata nomor: 571/Pdt.G/2025/PN.Mdn tertanggal 6 Oktober yang lalu, menetapkan untuk menghentikan/mencabut perkara ini dan kedepannya kedua belah pihak yang terkait perkara ini tidak perlu dilanjutkan, dan dinyatakan telah dihentikan serta hasil penetapan telah dikirimkan secara elektronik melalui Sistem informasi Pengadilan pada hari itu juga. Kornelius Tarigan selaku Principal tergugat dua sangat menyayangkan keputusan Penggugat yang sudah terburu-buru mencabut gugatannya. Hal ini malah menjadi fikiran bagi kami para tergugat, jangan jangan gugatan yg diajukankan elman mangunsong ini hanyalah sebuah modus gertak-gertak sambal agar kami membayar. "Ternyata dari sekian kali mediasi, tidak ada satupun dari kami Tergugat satu, dua dan tiga yg mau membayar kepada Penggugat. Karena menurut kami tidak ada satupun dasar ataupun alasan bahwa kami harus membayar kerugian yg dimintanya. Salah pilih lawan dia itu", ucap Tarigan.(Red/Tim)
Salam Satu Pena dari Sabang sampai Merauke
Team Galaxy Monitor.id ( GM )
Harus Aktual, Berinovasi dan Persuasif