banner 728x250

HUKUM TIDAK BOLEH MENJADI FORMALITAS: KETEGASAN NEGARA DIPERTANYAKAN ATAS KASUS TERBUKTI NAMUN TANPA SANKSI

HUKUM TIDAK BOLEH MENJADI FORMALITAS: KETEGASAN NEGARA DIPERTANYAKAN ATAS KASUS TERBUKTI NAMUN TANPA SANKSI

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Medan, Galaxy Monitor.id ( GM ) 07 April. 2026 .

Kredibilitas penegakan hukum kembali menjadi sorotan tajam. Fenomena adanya pihak yang telah terbukti bersalah namun tidak mendapatkan sanksi hukum secara tegas dinilai sebagai bentuk penyimpangan serius terhadap prinsip keadilan dan supremasi hukum.

Pimpinan Umum Media Online Galaxy Monitor.id (GM), R. Brampu, SH, yang akrab disapa Bram, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan karena berpotensi merusak tatanan hukum serta kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Dalam perspektif hukum, tidak ada ruang bagi pembenaran terhadap pelanggaran yang telah terbukti. Jika fakta hukum sudah jelas namun tidak diikuti dengan penegakan sanksi, maka hal ini patut diduga sebagai bentuk kegagalan sistemik dalam penegakan hukum,” tegas Bram.

Ia menilai, praktik semacam ini mencerminkan adanya inkonsistensi dalam implementasi hukum yang berpotensi mencederai asas equality before the law (persamaan di hadapan hukum). Hukum, lanjutnya, tidak boleh bersifat diskriminatif ataupun tunduk pada kepentingan tertentu.

Baca juga:  TANGISAN JURU PARKIR IBU NURAENI BUTUH KEBIJAKAN WALIKOTA MAKASSAR ATAS RAMBU LARANGAN PARKIR

“Negara hukum berdiri di atas asas kepastian, keadilan, dan kemanfaatan. Ketika salah satu diabaikan, maka hukum kehilangan legitimasi moralnya. Ini bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi bisa mengarah pada degradasi integritas penegakan hukum itu sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bram menyoroti kemungkinan adanya faktor-faktor yang memengaruhi tidak ditegakkannya sanksi, seperti celah regulasi, lemahnya pengawasan internal, hingga dugaan intervensi kekuasaan atau kepentingan tertentu.

“Jika hukum hanya dijalankan sebatas prosedur tanpa keberanian menegakkan keadilan, maka hukum berubah menjadi simbol kosong. Ini berbahaya bagi stabilitas sosial dan kepercayaan publik,” tambahnya.

Sebagai Pimpinan Umum Galaxy Monitor.id, Bram juga mendorong agar aparat penegak hukum memperkuat komitmen profesionalisme, transparansi, serta akuntabilitas dalam setiap tahapan proses hukum.
“Penegakan hukum harus berimbang dan persuasif, namun tetap tegas dan tidak kompromistis terhadap pelanggaran. Negara tidak boleh kalah oleh kepentingan apapun yang bertentangan dengan hukum,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Bram mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media, akademisi, dan lembaga pengawas, untuk terus mengawal jalannya proses hukum secara kritis dan konstruktif.

Baca juga:  Perang Terbuka Lawan Narkoba, Kasat Narkoba Polres Asahan Tuai Apresiasi Permedsu ASAHAN // Kinerja Satuan Reserse Nark0ba Polres Asahan kembali mendapat sorotan positif. Sekretaris Permedsu (Persatuan Mediagram Sumatera Utara), Ryan Juskal, memberikan apresiasi atas langkah tegas dan konsisten Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Mulyoto SH MH, dalam memberantas peredaran narkotika, pada Senin.(2/3/26) Ryan Juskal menilai, selama kepemimpinan Mulyoto sebagai Kasat Norkoba, pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Asahan menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi kualitas perkara maupun keberhasilan membongkar jaringan besar peredaran narkotika. “Bukan hanya pengguna, tetapi jaringan pengedar hingga bandar besar berhasil diungkap. Ini membuktikan adanya kerja serius, terstruktur, dan berkelanjutan dalam perang melawan Narkoba,” ujar Ryan. Menurut Ryan, berbagai pengungkapan kasus tersebut secara nyata telah mempersempit ruang gerak bandar Narkoba yang selama ini menjadikan Asahan sebagai salah satu jalur peredaran. Penindakan tegas yang dilakukan juga dinilai memberi efek jera sekaligus memutus mata rantai distribusi narkotika di tingkat bawah hingga atas. Lebih lanjut, Ryan menegaskan bahwa keberhasilan Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan tidak terlepas dari pendekatan intelijen, pengembangan kasus yang berkesinambungan, serta keberanian aparat dalam menindak pelaku tanpa pandang bulu. “Ini bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan integritas, keberanian, dan komitmen tinggi karena Narkoba adalah musuh nyata bangsa yang mengancam masa depan generasi muda,” tegasnya. Permedsu berharap kinerja positif tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, serta menjadi contoh bagi satuan lain dalam upaya pemberantasan Narkoba di Sumatera Utara. Ryan juga mengajak masyarakat untuk aktif berperan dengan memberikan informasi kepada aparat demi menciptakan lingkungan yang bersih dari Narkoba. “Perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Dukungan masyarakat dan media sangat penting agar generasi bangsa terselamatkan dari ancaman narkotika” pungkasnya.(Red/Tim)

“Supremasi hukum harus dijaga bersama. Ketika hukum dipertanyakan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keadilan, tetapi juga wibawa negara,” tutupnya.

HUKUM BUKAN ILMU PASTI’ TAPI                     MEMINTA KEPASTIAN.

Team Galaxy Monitor.id ( GM ) 

HARUS BERIMBANG DAN PERSUASIF 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *