
Simalungun, Galaxy Monitor.id (GM ) 29 Maret 2026 .
Guna ikut menyemarakkan olahraga Fighting di Sumatera Utara, maka BONAR (Bobby Nasution Ranger) Sumut yang dipimpin oleh Octo G.M Simangunsong S.H pada Sabtu (28/3/2026) menghadiri acara nonton bareng Jawara Fighting Championship (JFC) Seasion 2 yang diadakan di Kota Perdagangan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.
Acara yang turut dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Simalungun ini berlangsung dari 24 Maret dan puncaknya di tanggal 28 Maret ini. Tampak hadir Bupati Simalungun H. Anton Ahmad Saragih, Kapolres Simalungun AKBP. Marganda Aritonang dan Wakapolresnya Kompol. Imam Alriyuddin serta beberapa kepala dinas Kabupaten Simalungun.
Acara yang digelar oleh Fighter andalan Indonesia yang sudah Go Internasional sekaligus Ketua BONAR Kabupaten Simalungun Jeka Saragih ini bertambah semarak dengan kehadiran seluruh pengurus DPW APPI Sumut dan juga DPC APPI se Sumatera Utara atas undangan khusus dari Ketua BONAR Sumut Octo G.M Simangunsong S.H yang juga tokoh pemuda Sumut yang sudah cukup familiar.
Adapun dari APPI Sumut yang hadir dipagelaran acara seni bela diri itu antara lain : Penasehat APPI Sumut Henry Pakpahan S.H Ketua DPW APPI Sumut Hardep S.H, Wakil Ketua Roy Nasution, Juan Juntak, Jhon Purba, Wakil Sekretaris Iren Sinaga S.H, Ahmad Anugrah S.H M.H, Bendahara Cici Anna, Sari Wahyuni Lubis S.H, Louis Siahaan, Ketua DPC APPI Kota Medan, serta Ketua DPC APPI Deli Serdang.
Baca juga: Capai 12.090 Penindakan, Operasi Keselamatan Toba 2026 Dorong Disiplin Pengguna Jalan Medan – Memasuki hari ke-11 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, Polda Sumatera Utara mencatat tren positif dalam upaya membangun budaya tertib berlalu lintas. Pendekatan edukatif, preventif, dan penegakan hukum berbasis teknologi terbukti berdampak signifikan terhadap penurunan pelanggaran di jalan raya. Berdasarkan data hari ke-11, Kamis (12/2/2026), jumlah penindakan pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.423 kasus. Angka ini turun 57,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.329 kasus. Penurunan ini menjadi indikator meningkatnya kepatuhan dan kesadaran masyarakat selama operasi berlangsung. Penindakan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tercatat sebanyak 334 kasus, meningkat dari 91 kasus pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan optimalisasi sistem penindakan berbasis elektronik yang lebih transparan dan akuntabel. Sementara itu, penindakan non-ETLE turun signifikan menjadi 74 kasus dari sebelumnya 975 kasus. Teguran kepada pelanggar juga turun menjadi 983 dari 2.263 pada tahun lalu. Petugas juga melakukan penindakan terhadap 5 kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum (travel) tanpa izin serta 27 kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya. Secara kumulatif sejak hari pertama hingga hari ke-11, total penindakan mencapai 12.090 tindakan, terdiri dari 2.026 tilang ETLE, 678 non-ETLE, 9.248 teguran, 22 penindakan travel ilegal, dan 116 penindakan terhadap kendaraan ODOL. Kabid Humas Polda Sumatera Utara menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari masifnya kegiatan edukasi, penyuluhan, kampanye keselamatan, serta kehadiran personel di titik rawan pelanggaran dan kecelakaan. “Operasi ini tidak semata-mata soal penindakan, tetapi bagaimana membangun kesadaran kolektif masyarakat. Data hari ke-10 menunjukkan tren yang sangat positif. Penurunan pelanggaran hingga lebih dari 57 persen menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dan edukatif mulai membuahkan hasil,” ujarnya. Ia menambahkan, peningkatan penggunaan ETLE merupakan bagian dari transformasi penegakan hukum yang modern dan presisi. “Kami mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, tetapi kebutuhan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” tegasnya. Dengan capaian hingga hari ke-10 ini, Operasi Keselamatan Toba 2026 menunjukkan arah yang konstruktif, di mana edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum berjalan seimbang demi menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Sumatera Utara.
Dalam pertunjukan seni bela diri Fighting itu, Roy Nasution selaku Wakil Ketua DPW APPI Sumut mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus dilaksanakan untuk mencari bibit – bibit petarung dari Indonesia yang nantinya bisa dibawa bermain di Amerika Serikat seperti Jeka Saragih yang sudah Go Internasional. Apalagi acara ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution dan juga Forkopimda Simalungun terutama Bupati H. Anton Ahmad Saragih. Dengan adanya kegiatan seperti ini, semoga para anak muda di Indonesia dapat hidup sehat tanpa narkoba menuju Indonesia Hebat 2045 dan dapat menjadi petarung dunia nantinya seperti yang telah ditunjukkan oleh Bung Jeka Saragih ini, ujarnya.
Pertarungan Jawara Fighting Championship (JFC) Seasion 2 ini sendiri menghadirkan petarung – petarung yang hanya bukan dari Indonesia namun dari Negara Tetangga Malaysia dan juga petarung wanita seperti Nabila vs Rere juga Gita vs Flora. Semoga nanti di Seasion ketiga DPW APPI kembali mendapat kehormatan untuk menyaksikan acara tersebut.
Team Galaxy monitor.id ( GM )
Harus berimbang dan Persuasif
Medan Untuk Semua