banner 728x250

Pelaku Tawuran Makin Beringas, Polres Belawan Tak Dipersenjatai Lagi

Pelaku Tawuran Makin Beringas, Polres Belawan Tak Dipersenjatai Lagi

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Medan, Galaxy Monitor.if 06  Maret 2026

Polres Pelabuhan Belawan dikabarkan tak lagi dipersenjatai. Kabar burung yang kini sudah menyebar di kalangan masyarakat ini, mulai tersebar saat bulan Februari lalu ketika adanya aksi tawuran di salah satu wilayah di Kecamatan Belawan.

Kabar ini, kembali diperbincangkan saat masyarakat dan sejumlah organisasi masyarakat Pelabuhan Belawan melakukan audiensi ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera, di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Kamis (5/3/2026).

“Jadi mulanya itu di bulan Februari, ada tawuran lanjutan mulai dari beberapa hari sebelumnya,” ujar salah satu warga, Bangkit Sutrisno.

Dikatakan Bangkit, dalam aksi lanjutan itu juga terjadinya aksi penjarahan yang dilakukan oleh para pelaku tawuran. Tak tanggung, ada dua rumah yang dijarah oleh para pelaku tawuran yang masih berusia belasan tahun itu.

Dikatakannya, aksi dari para pemuda tanggung yang melakukan aksi ini sudah kian mengancam keselamatan masyarakat yang tinggal di seputar Belawan. Dimana, keresahan masyarakat ini dikarenakan para pelaku ini semakin berani tak hanya perang antar kelompok, bahkan hingga melakukan aksi pengerusakan dan penjarahan rumah warga.

“Bahkan ada satu rumah yang dijarah bapak rumah tangganya itu dikejar, untung tidak dapat. Mereka mengancam membakar hidup-hidup,” katanya.

Dalam rapat, pria tersebut bahkan sempat menyinggung sikap Polres Pelabuhan Belawan yang dianggap lamban dalam merespon kelurahan masyarakat. Katanya, saat itu ia sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pemerintah setempat secara berjenjang untuk menyampaikan aksi tersebut ke pihak kepolisian.

Baca juga:  Perkumpulan Toga Aritonang, Tradisi Batak Menguatkan Jiwa Korban Bencana

“Secara berjenjang kami komunikasi hingga ke petinggi di Polres Pelabuhan Belawan tapi enggak ada yang aktif, jadi kami gimana gitu,” ungkapnya.

Bahkan, di hadapan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi dan sejumlah anggota DPRD Sumut ia mengaku sempat mendengar jika saat ini Polres Pelabuhan Belawan sudah tak dipersenjatai lagi. Katanya, ucapan tersebut diucapan oleh salah satu petinggi di Polres Pelabuhan Belawan saat terjadi kerusuhan di kawasan Jala KL Yos Sudarso.

“Menyatakan bahwa mereka tidak dipersenjatai lagi, di depan rumah yang dijarah bapak Kabag Ops menyatakan hal itu. Langsung sontak kami kaget, tentunya kami resah, dan takut,” katanya.

Katanya, pengakuan dari Kompol Jan Piter Napitupulu itu diibaratkan petir di siang bolong. Bagaimana tidak, aparat kepolisian yang merupakan penegak hukum dan keamanan bagaiamana mungkin tidak dipersenjatai untuk memberikan keamanan bagi masyarakat.

“Bagaiamana mungkin pengaman kita tidak dipersenjatai, bagaimana nasib kami masyarakat yang enggak punya senjata. Apa kami harus mempersenjatai sendiri,” ucapnya.

Dikatakannya, masyarakat di seputar Belawan sejauh ini semakin was-was dengan kondisi yang dinilai semakin mencekam. Apalagi dikatakannya belum lama ini sempat kembali terjadi tawuran yang membuat adanya korban meninggal dunia. Sehingga, dirinya mempertanyakan sikap dari pihak kepolisian yang memiliki semboyan melayani masyarakat.

Di tempat serupa, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi mengungkapkan jika perihal persenjataan ini ada miss komunikasi.

Baca juga:  DPW PWDPI Soroti Dugaan Penjualan Lahan Eks HGU PTPN II di Desa Sampali Libatkan Oknum kabag Asset ptpn II Tanjung morawa (Regional 1 PTPN I Tanjung Morawa )

Dikatakannya, perihal personel yang berwenang memegang senjata juga tak semuanya bisa, karena ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap personel.

“Masalah senjata, ada tekniknya di internal kami. Yang berkaitan penggunaan senjata juga tanggung jawab saya sebagai pimpinan, salahnya penyampaian ke masyarakat,” ujar Rosef.

Dikatakannya, penggunaan senjata juga tak serta merta bisa digunakan di setiap proses pengamanan salah satunya pembubaran tawuran. Dirinya mengaku, penggunaan senjata juga bukan menjadi satu-satunya langkah yang bisa dilakukan dalam penanganan aksi kerusuhan itu.

“Yang jadi pertanyaan apakah senjata itu jadi solusi, kan sekarang perihal kehadiran dari personel di lokasi untuk membubarkan,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya mengaku sejauh ini pihaknya sudah melakukan beberapa langkah untuk mencegah meluasnya aksi tawuran di kawasan Pelabuhan Belawan.

Team Galaxy Monitor.id ( GM )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *