banner 728x250

Lailatul Badri Tegaskan Listrik Stabil Harga Mati di Bulan Ramadan

Lailatul Badri Tegaskan Listrik Stabil Harga Mati di Bulan Ramadan

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Medan, Galaxy Monitor.id 21 Pebruari 2026

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lailatul Badri, mendesak PT PLN (Persero) untuk memastikan tidak terjadi pemadaman listrik selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan dan kekhusyukan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa, khususnya di Kota Medan.

Lailatul Badri menegaskan, ketersediaan listrik yang stabil sangat krusial, terutama saat waktu sahur, berbuka puasa, hingga pelaksanaan salat tarawih. Menurutnya, pemadaman listrik pada jam-jam tersebut dapat mengganggu aktivitas ibadah dan kegiatan masyarakat.

“Ramadan adalah bulan yang sangat sakral bagi umat Muslim. Kami berharap selama Ramadan tidak ada pemadaman listrik, khususnya pada waktu-waktu krusial seperti sahur dan tarawih. Ini demi menjaga kenyamanan masyarakat dalam beribadah,” ujar Lailatul Badri di Medan, Sabtu (21/2/2026).

Ia juga meminta PLN memastikan pasokan listrik di seluruh wilayah Kota Medan dalam kondisi aman dan stabil. Ramadan, kata dia, merupakan momen penting yang harus didukung dengan pelayanan publik yang maksimal.

Baca juga:  Polres Tanjung Priok Bantah Surat Permintaan THR ke Pengusaha Jakarta // Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, membantah telah menerbitkan surat permintaan bantuan tunjangan hari raya (THR) kepada pengusaha yang belakangan beredar di media sosial, Kamis.(5/3/26) Sebelumnya viral tangkapan layar sebuah surat berkop Polres Pelabuhan Tanjung Priok dengan nomor B/01/III/2026/Satlantas tertanggal 4 Maret 2026. Dalam surat tersebut tercantum perihal “Partisipasi Perayaan Idul Fitri 1447 H Tahun 2026”. Surat itu disebut ditujukan kepada Direktur atau pimpinan perusahaan angkutan PT KPA. Pada bagian isi surat juga tertulis permintaan bantuan THR dari keluarga besar Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri. Menanggapi hal tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat permintaan THR tersebut. “Kami dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok tidak pernah mengeluarkan surat tersebut,” ujar Aris kepada wartawan, Rabu (4/3) malam. Aris menjelaskan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (DPD Aptrindo) Provinsi DKI Jakarta terkait beredarnya surat tersebut. Hasil konfirmasi yang dilakukan Aptrindo kepada Polres Pelabuhan Tanjung Priok menyebutkan bahwa surat tersebut bukan surat resmi kepolisian dan diduga merupakan tindakan oknum yang mengatasnamakan Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Melalui surat klarifikasi yang dikeluarkan, DPD Aptrindo DKI Jakarta juga mengimbau seluruh perusahaan angkutan barang agar mengabaikan permintaan partisipasi yang mengatasnamakan kepolisian apabila tidak dapat dipastikan keabsahannya. Perusahaan angkutan barang, khususnya yang beroperasi di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, diminta untuk tidak menanggapi surat maupun permintaan bantuan dalam bentuk apa pun yang mengatasnamakan Polres Pelabuhan Tanjung Priok tanpa verifikasi resmi.(Red/Tim)

“Kami mendorong PLN untuk melakukan pengecekan dan pemeliharaan jaringan sebelum Ramadan. Jangan sampai ketika masyarakat sedang sahur atau tarawih justru terjadi pemadaman listrik,” tegasnya.

Lela, sapaan akrab Lailatul Badri menambahkan bahwa stabilitas listrik bukan hanya menyangkut ibadah, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat di malam hari selama Ramadan.

“Banyak pelaku UMKM yang menggantungkan aktivitas usahanya pada malam Ramadan, mulai dari penjual takjil hingga warung makan. Jika listrik padam, tentu ini akan merugikan mereka. Karena itu kami berharap PLN benar-benar siaga penuh,” tambahnya.

Selain itu, DPRD Medan, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan terhadap pelayanan publik, termasuk sektor kelistrikan, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan nyaman.

Baca juga: 

“Kami ingin masyarakat bisa fokus beribadah tanpa terganggu persoalan teknis seperti listrik padam. Ini bentuk pelayanan dasar yang harus dipastikan berjalan baik,” pungkasnya.

Masyarakat pun berharap layanan listrik selama Ramadan benar-benar terjaga tanpa gangguan, sehingga suasana ibadah tetap khusyuk dan aktivitas ekonomi malam hari selama bulan suci dapat berlangsung lancar. ( Team )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *