banner 728x250

Polda Sumut Gelar Apel Operasi Keselamatan Toba 2026, Tekankan Lalu Lintas Aman dan Humanis

Polda Sumut Gelar Apel Operasi Keselamatan Toba 2026, Tekankan Lalu Lintas Aman dan Humanis

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

Medan Galaxy Monitor.id 02 Pebruar2026

Kepolisian Daerah Sumatera Utara menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan “Keselamatan Toba 2026” di Lapangan KS Tubun Polda Sumut, Senin (2/2/2026). Apel ini menjadi penanda dimulainya operasi keselamatan lalu lintas yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Amanat Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. dibacakan oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan, S.I.K., M.H. Dalam amanatnya, Kapolda Sumut menekankan bahwa keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) merupakan kebutuhan mendasar yang harus dirasakan seluruh masyarakat sebagai pengguna jalan.

“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas masih perlu terus ditingkatkan, terlebih dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” demikian amanat Kapolda Sumut yang dibacakan Wakapolda.

Kapolda Sumut juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel Polda Sumut dan jajaran, serta instansi terkait, atas sinergi dan kesiapan dalam mendukung pelaksanaan operasi tersebut.

Dalam amanatnya, disampaikan pula bahwa kinerja penegakan hukum lalu lintas Polda Sumut sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang positif. Jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tilang turun dari 140.145 kasus menjadi 75.454 kasus atau menurun sebesar 46,2 persen. Sementara itu, total pelanggaran lalu lintas secara keseluruhan turun 23,4 persen.

Baca juga:  *_Press Release_*   *Rapat Penyelesaian Konflik Agraria, Wamen Viva Yoga: Sinergi Pemerintah dan DPR Untuk Menuntaskan Sengketa Lahan*   “Sinergi antara DPR dan Pemerintah penting agar penyelesaian sengketa lahan bisa segera tuntas”, ujar Wakil Menteri Transmigasi Viva Yoga Mauladi selepas mengikuti Rapat Panitia Khusus (Pansus) Penyelesaian Konflik Agraria DPR.   Rapat yang digelar di Ruang Komisi V, Gedung Nusantara, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, 21/1/2026, yang dihadiri oleh anggota Pansus dari semua fraksi DPR itu dipimpin oleh Koordinator Pansus, Saan Mustopa, dan Ketua Harian Pansus, Siti Hediati Soeharto.   Dari Pemerintah, hadir dalam rapat itu Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri Desa dan Pembanguanan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.   Lebih lanjut Viva Yoga menuturkan dalam rapat Saan Mustopa meminta kepada masing-masing kementerian untuk menyampaikan masalah terkait tumpang-tindih lahan di kawasan hutan. Saat ini ada ribuan desa dalam kategori tertinggal dan terbelakang karena masuk dalam kawasan hutan sehingga segala akses untuk kebutuhan desa dan penduduknya menjadi terbatas, seperti kesulitan membangun infrastruktur.   Masalah tumpang-tindih lahan di kawasan hutan, tidak hanya menimpa desa, ada ribuan bidang lahan di kawasan transmigrasi juga mengalami hal yang demikian. Menurut Viva Yoga masalah ini harus segera dituntaskan agar adanya kepastian hukum terkait kepemilikan lahan dan tidak terhambatnya roda pembangunan di sana.   Diungkap ada 17.655 bidang tanah transmigrasi berada di kawasan hutan. Dari bidang tanah di kawasan hutan, 4.356 bidang sudah dilepaskan dari status kawasan hutan, 593 bidang proses pelepasan, 9.107 bidang diselesaikan melalui perhutanan sosial, dan 917 bidang dipertimbangkan untuk pelepasan.   Selain penyelesaian melalui mekanisme di atas, ada lahan seluas 2.682 bidang yang perlu diinvetarisasi dan verifikasi lapangan. “Yang belum tuntas kebijakannya akan diselesaikan melalui Pansus ini”, ujarnya. Viva Yoga optimis tumpang-tindih lahan di kawasan transmigrasi bisa segera tuntas.   Dirinya optimis sebab dalam rapat tersebut Pansus Penyelesaian Konflik Agraria DPR memberi dukungan agar kementerian terkait untuk secara bersama memetakan objek reforma agraria yang berada di dalam kawasan hutan dan di luar kawasan hutan. “Adanya dukungan dari Pansus  kepada Pemerintah untuk mempercepat pembuatan kebijakan  Satu Peta (One Map Policy)”, ujar mantan Anggota Komsi IV DPR dua periode itu.   Dikatakan, Pansus meminta kepada kementerian terkait  agar mengoptimalkan kerja sama yang sudah berjalan dan berkomitmen untuk bersinergi dalam pembangunan.

Penurunan tersebut juga diikuti dengan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas sebesar 4,6 persen serta penurunan korban meninggal dunia hingga 10,4 persen. Capaian ini dinilai sebagai hasil dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.

Operasi Keselamatan Toba 2026 dilaksanakan sejalan dengan program global Decade of Action for Road Safety 2021–2030 yang menargetkan penurunan fatalitas kecelakaan lalu lintas hingga 50 persen. Pelaksanaannya mengacu pada lima pilar keselamatan jalan, mulai dari manajemen keselamatan, infrastruktur jalan, kendaraan, perilaku pengguna jalan, hingga penanganan pascakecelakaan.

Sebanyak 2.023 personel dilibatkan dalam operasi ini, terdiri dari 100 personel Satgas Polda dan 1.923 personel Satgas Polres/Polresta/Polrestabes jajaran. Sasaran operasi meliputi pengguna jalan, kendaraan angkutan umum dan pribadi, titik rawan kemacetan dan kecelakaan, serta aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu Kamseltibcarlantas.

Kapolda Sumut juga menegaskan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan yang tegas namun humanis, menjunjung tinggi profesionalisme, serta menghindari segala bentuk pelanggaran kode etik dalam pelaksanaan tugas.

Baca juga:  Dari Ruang Kelas hingga Air Bersih, Brimob Batalyon A Pelopor Dampingi Warga Tapteng Bangkit

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan humanis. Junjung tinggi integritas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Melalui Operasi Keselamatan Toba 2026, Polda Sumatera Utara berharap dapat menciptakan budaya tertib berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta memberikan dampak positif bagi keselamatan dan kualitas hidup masyarakat di Sumatera Utara.( Red )

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *