banner 728x250

Tragis! Pelajar SMK Tewas Tertabrak Kereta Api di Simalungun, Polsek Serbalawan Langsung Gerak Cepat

Tragis! Pelajar SMK Tewas Tertabrak Kereta Api di Simalungun, Polsek Serbalawan Langsung Gerak Cepat

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

 

banner 325x300

SIMALUNGUN –  Galaxy Monitor, 20 Januari 2026

Sebuah tragedi memilukan menimpa seorang pelajar SMK di Kabupaten Simalungun. Joel Nenggolan (16), siswa SMK Negeri 3 Pematang Siantar jurusan perhotelan, tewas seketika setelah tertabrak Kereta Api Siantar Express di jalur perlintasan Km 38+8/9, Lingkungan V Sinaksak, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, pada Senin (19/1/2026) sore.

Kapolsek Serbalawan, AKP Gunawan Sembiring, S.H., saat dikonfirmasi pada Selasa (20/1/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WIB, menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa remaja tersebut. “Tim kami langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.00 WIB. Kami segera menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Candra Teo Anugrah Manurung (26), warga setempat yang saat itu sedang duduk di belakang rumahnya, melihat Joel berjalan melintas dari Gang Melati Lingkungan VI menuju rumahnya di Perumahan Residence Sinaksak Blok A No. 15.

“Saya lihat korban sedang berjalan menunduk sambil menyeberang rel. Kebetulan Kereta Api Siantar Express sedang melaju dari arah Siantar menuju Medan. Jaraknya mungkin sekitar 20 meter saja,” ungkap Candra.

Candra mengaku sempat berteriak memanggil Joel sambil memperingatkan bahaya kereta api yang mendekat. “Masinis sudah membunyikan klakson panjang, tapi sepertinya dia tidak mendengar. Saya sudah teriak keras memanggil, tapi tidak dihiraukan. Detik berikutnya, langsung tertemper dan terpental,” kenang Candra dengan suara bergetar.

Saksi lain, Doli Manurung (30), warga setempat juga turut menyaksikan kejadian tragis tersebut dan ikut membantu evakuasi korban.

Baca juga:  Eks Kepsek SMAN 16 Medan Dituntut 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi Dana BOS

Mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Tak lama kemudian, orang tua korban tiba di TKP dan segera membawa Joel ke Rumah Sakit Efarina Pematang Siantar menggunakan mobil pribadi warga yang kebetulan melintas.

“Begitu informasi masuk, saya langsung memerintahkan tim untuk ke TKP. Kami melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa sepatu korban, dan menginterogasi saksi-saksi,” jelas Kapolsek Gunawan Sembiring.

Tim yang dipimpin langsung oleh PS Kanit Intel Aiptu Sutiono bersama Aiptu Bambang Irawan (Kapos Pol Purbasari), Aiptu Simson Purba, dan Aiptu Aswin Manurung (Piket SPKT) langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Setibanya di TKP, petugas menemukan Joel dalam kondisi kritis dengan luka parah di kepala sebelah kanan yang pecah, serta patah tulang pada tangan kanan. “Korban kami temukan dalam keadaan sekarat. Kondisinya sangat parah akibat benturan keras dengan kereta api,” ucap Kapolsek.

Yogi Kurniadi (27), petugas security PT KAI yang bertugas, menjelaskan bahwa dia menerima informasi dari komandan regu melalui telepon atas laporan dari masinis. “Masinis melaporkan ada masyarakat yang tertemper kereta di Km 39+8/9. Saya langsung cek lokasi dan membenarkan kejadian tersebut,” kata Yogi.

Sayangnya, setibanya di Rumah Sakit Efarina Pematang Siantar, Joel dinyatakan meninggal dunia. Sebelumnya, pihak rumah sakit berencana merujuk korban ke RSUD dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar untuk dilakukan visum et repertum guna kepentingan proses hukum lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil penyelidikan kami, korban memang biasa melintas jalur tersebut setiap hari saat berangkat dan pulang sekolah. Jalur dari Gang Melati Lingkungan VII menuju rumahnya di Perumahan Sinaksak Residence memang bersebelahan dengan rel kereta api,” jelas Kapolsek.

Baca juga:  *Sambut Investasi China, Wamen Viva Yoga Dukung Industrialisasi Bambu di Kawasan Transmigrasi*   Kedatangan delegasi Promosi Perdagangan Indonesia-Guangdong (PPIG) di Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta, 18/12/2025, disambut hangat oleh Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi. Kedatangan delegasi yang dipimpin oleh Indonesia Executive Chairman Mr Sim dan Director of The Economic Diplomacy Office Mr Jay Yu itu untuk melakukan penjajakan investasi dari China di Indonesia.   Dalam pertemuan, PPIG mempresentasikan investasi pengembangan bambu varietas reed (reed bamboo) di kawasan transmigrasi. Bambu jenis ini memiliki banyak kelebihan dan nilai ekonomi yang tinggi. Pohon yang saat ini dikembangkan di China dan Malaysia bisa diolah menjadi fiber bamboo (serat bambu). Serat bambu bisa digunakan menjadi berbagai bahan pakaian dan aksesorisnya seperti kaos, jaket, kaos kaki, penutup kepala, dan jenis baju lainnya. Pakaian yang terbuat dari serat bambu dikatakan memiliki kelebihan dibanding bahan yang lain.   Apa yang dimanfaatkan dari reed bambu tak hanya bisa diolah menjadi serat namun daun yang ada bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak, sapi. “Reed bamboo juga bisa mereduksi karbon dioksida sehingga rumpun bambu itu bisa dimanfaatkan sebagai pasar karbon yang bernilai tinggi”, ujar Jay Yu.   Untuk mengembangkan reed bamboo, tak sulit. Pohon ini bisa bertahan selama 15 tahun tanpa pupuk dan rekayasa budidaya lainnya. Dengan lahan seluas, 0.27 Ha, petani bisa mengembangkan bambu ini. Dalam setahun dari menanam reed bamboo di luas lahan 1 Ha mampu menghasilkan keuntungan 12.750 US$. Harga bibit dari bambu ini hanya 0,6 US$.   PPIG ingin memproduksi serat bambu di Indonesia. “Kami ingin investasi di Indonesia dengan harapan menjadikan negeri ini sebagai produsen serat bambu terbesar di Asia Tenggara”, ujar Jay Yu. “Di Malaysia sudah kami kembangkan namun volumenya kecil”, tambahnya. Untuk itu mereka ingin investasi mulai dari penanaman hingga pengolahan sehingga investor dari China ingin sekaligus membangun pabrik. Satu pabrik dibangun di setiap lahan 70 Ha.   Mendapat pemaparan mengenai reed bamboo dan adanya keinginan investasi di kawasan transmigrasi, Viva Yoga menyambut gembira. Menurutnya masyarakat dari Sabang sampai Merauke sudah tidak asing lagi dengan pohon bambu. “Banyak lahan yang ditanami bambu baik budidaya maupun tumbuh alami”, ujarnya.   Mengembangkan bambu di kawasan transmigrasi menurut Viva Yoga merupakan salah satu program Kementrans. Diungkap, dirinya beberapa waktu yang lalu berkunjung ke Yayasan Bambu Indonesia. Yayasan Bambu Indonesia yang diketuai oleh Jatnika Nanggamihardja memiliki padepokan bambu di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Di sana ada 161 varietas”, ujarnya. “Kami memilih varietas apa yang cocok dikembangkan di kawasan transmigrasi”, tambahnya.   Dalam soal kerja sama dengan pihak lain dalam menanam pohon bambu, menurut Viva Yoga pernah dilakukan di Kawasan Transmigrasi Ponu Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program itu dilakukan untuk membuat biomassa sebagai energi listrik. “Kementrans bekerja sama dengan salah satu anak perusahaan dari BUMN besar di Indonesia”, ungkapnya. “Proyek itu saat ini masih dalam proses”, tambahnya. Dirinya berharap investasi dari China untuk mengembangkan serat bambu di kawasan transmigrasi benar-benar terealisasi.   Mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu ingin di kawasan transmigrasi ada industrialisasi. Industrialisasi di kawasan transmigrasi disebut bagian dari transformasi transmigrasi di era Presiden Prabowo Subianto. “Transmigrasi saat ini bukan hanya sekadar memindah penduduk namun berorientasi pada kesejahteraan”, tuturnya. Dengan industrialisasi itulah orientasi pada kesejahteraan akan tercipta.   Dalam investasi di kawasan transmigrasi, Viva Yoga menegaskan agar transmigran dan masyarakat yang menempati kawasan transmigrasi harus dilibatkan. “Bila dilibatkan selain memperoleh manfaat ekonomi, juga akan ikut menjaga”, ucapnya.

Hingga kini, motif mengapa korban tidak menghiraukan peringatan klakson kereta dan teriakan warga masih dalam penyelidikan. “Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Semua saksi sudah kami mintai keterangan,” tutup AKP Gunawan Sembiring.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk selalu waspada saat melintasi jalur kereta api dan mematuhi rambu-rambu keselamatan yang ada.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *