banner 728x250

SARANG NARKOBA DI BAKAR MASSA YANG SELAMA INI MERESAHKAN WARGA SETEMPAT,

SARANG NARKOBA DI BAKAR MASSA YANG SELAMA INI MERESAHKAN WARGA SETEMPAT,

banner 120x600
banner 468x60
BAGIKAN

Madina, Galaxy Monitor 18 Desember 2025

Sarang narkoba di bakar massa dan emak emak serta pemuda setempat  warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, membakar sebuah rumah yang diduga milik bandar narkoba, Selasa (16/12/2025). Aksi tersebut dipicu keresahan warga atas maraknya peredaran narkotika di desa mereka.

banner 325x300

Peristiwa bermula saat warga mendatangi rumah yang selama ini dicurigai sebagai tempat transaksi narkoba. Massa kemudian melempari bangunan tersebut dengan batu dan kayu hingga situasi memanas dan berujung pada aksi perusakan serta pembakaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Tabuyung, Iskandar Muda Tanjung, mengatakan aksi tersebut terjadi secara spontan usai kegiatan pengajian dan doa bersama yang digelar warga.

“Iya, kejadian pembakaran itu terjadi secara spontan setelah acara pengajian dan doa bersama. Ibu-ibu langsung bergerak ke rumah yang diduga milik bandar narkoba,” kata Iskandar, Rabu (17/12/2025).

Baca juga:  Prabudi Ginting Pimpin Ranting Pemuda Pancasila, Nahkodai Tandem Hilir I Periode 2026–2028

Iskandar mengungkapkan, pihak pemerintah desa sebenarnya telah berupaya mencegah aksi anarkis tersebut. Namun, kemarahan warga, khususnya kaum ibu, yang sudah lama merasa terganggu oleh peredaran narkoba, sulit dikendalikan.

“Selaku Plt Kepala Desa, kami sudah berusaha mencegah ibu-ibu agar tidak melakukan sweeping ke rumah yang diduga milik bandar narkoba serta mengingatkan agar tidak berbuat anarkis. Namun, imbauan tersebut tidak lagi dihiraukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh membenarkan adanya insiden pembakaran yang dilakukan oleh warga. Ia mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dalam menyikapi persoalan narkoba.

“Kami telah melakukan imbauan dan larangan agar warga tidak melakukan perbuatan anarkis dan melanggar hukum. Namun, kami juga memahami kekecewaan masyarakat terhadap permasalahan narkoba di daerah mereka,” ujar AKBP Arie. Editor, Team/ Red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *