Hamparan Perak, Galaxy Monitor, Sabtu 4 Oktober 2025 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya yang tertimpa musibah, Pemerintah Desa Kota Rantang di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sabaruddin Ahmad, SE, bersama perangkat desa, menyalurkan bantuan tali asih kepada korban kebakaran rumah di Dusun V, Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.
Musibah kebakaran tersebut menimpa rumah milik Ibu Nurhayati (66 tahun) beserta anak-anaknya, yakni Eka Safitri, Rismawati, Aldipo, Padil, dan Ratih. Seluruh keluarga kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu, 3 September 2025 sekitar pukul 17.00 WIB.
Menurut keterangan saksi mata Ibu Sumina, warga sekitar pertama kali melihat asap dan api keluar dari bagian depan rumah korban. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian rumah beserta isinya. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik.
Dalam kejadian tersebut, keluarga Nurhayati beserta anak-anaknya mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, karena sebagian besar bangunan dan harta benda tidak dapat diselamatkan.
Mengetahui musibah tersebut, Kepala Desa Sabaruddin Ahmad, SE, bersama perangkat desa, segera turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan tali asih berupa beras, minyak goreng, telur, mi instan, air mineral, gula, ember, serta berbagai perlengkapan dapur lainnya.
“Kami sangat prihatin atas musibah yang menimpa keluarga Ibu Nurhayati. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka. Pemerintah desa juga mengimbau seluruh warga agar lebih berhati-hati terhadap potensi korsleting listrik di rumah masing-masing,” ujar Kepala Desa Sabaruddin Ahmad, SE di sela kegiatan penyerahan bantuan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga sekitar turut bergotong royong membantu memadamkan api dan membersihkan sisa puing-puing kebakaran, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial di tengah musibah yang menimpa sesama( Sam )
Berita Terkait
Selasa,03 November 2026 *Upaya meningkatkan pembinaan keRohanian Warga Binaan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura Bagikan Al-Qur’an dan Iqro Bantuan dari Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah* Tanjung Pura – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura melaksanakan kegiatan pembagian Al-Qur’an dan Iqro serta ceramah agama bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid At-Taubah Rutan Tanjung Pura. Selasa (03/11) Pada kesempatan tersebut, sebanyak 30 buah buku Iqro dan 90 buah Al-Qur’an dibagikan kepada para warga binaan. Seluruh bantuan itu merupakan sumbangan dari Yayasan Ar-Risalah Al-Khairiyah sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan kerohanian di lingkungan rutan. Al-Qur’an dan Iqro tersebut diharapkan dapat dibaca dan dipelajari oleh warga binaan, baik di kamar hunian masing-masing maupun di masjid rutan, sehingga waktu yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara positif. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Rutan Tanjung Pura, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, beserta jajaran staf. Kehadiran para pejabat dan petugas menunjukkan dukungan serta perhatian pihak rutan terhadap pemenuhan hak warga binaan untuk menjalankan ibadah dan memperdalam ilmu agama selama menjalani masa penahanan. Setelah penyerahan Al-Qur’an dan Iqro, rangkaian acara ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Rasmawadi, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan tentang keutamaan dan manfaat membaca Al-Qur’an, antara lain sebagai sumber ketenangan hati, petunjuk hidup, dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Para warga binaan tampak menyimak dengan khidmat dan penuh perhatian. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, warga binaan diarahkan kembali ke kamar hunian masing-masing dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Tanjung Pura berharap semangat warga binaan dalam beribadah dan mempelajari Al-Qur’an dapat terus meningkat, sehingga terbentuk pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan siap kembali ke tengah masyarakat.
